Masuki Akhir Perdagangan Pekan Ini, Rupiah Terdepresiasi Terhadap Dolar AS

Bank Indonesia pertahankan suku bunga, Rupiah stabil.
Bank Indonesia pertahankan suku bunga, Rupiah stabil.

Jakarta, Akuratnews.com - Memasuki perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/03/2019), rupiah sudah terdepresiasi terhadap dolar AS selama tiga hari berturut-turut. Depresiasi yang tak berkesudahan itu datang dari isu resesi AS yang dikabarkan akan terjadi selama 18 bulan ke depan.

Meskipun sinyal resesi telah disanggah oleh mantan Gubernur The Fed periode sebelumnya, investor masih enggan berpaling dari dolar AS dan yen sebagai aset safe haven. Alhasil, mata uang negara-negara berkembang seperti Indonesia menjadi tak laku di pasar keuangan global.

Pada pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah terkoreksi 0,01% terhadap dolar AS. Sempat menebal hingga 0,08%, pada pukul 10.00 WIB, koreksi rupiah terhadap dolar AS menjadi 0,03% ke level Rp14.238.

Melihat geliat rupiah pagi ini, potensi rupiah untuk bangkit kian terbuka. Rupiah sudah cukup tenaga untuk balik melawan dolar AS. Hal itu terbukti dari pola pergerakan rupiah yang didominasi oleh penguatan terhadap mata uang lainnya, khususnya Asia.

Potensi tersebut juga semakin mungkin berbuah manis jika melihat pergerakan dolar AS saat ini. Berbeda dengan rupiah yang bergerak cenderung menguat, dolar AS justru bergerak cenderung terkoreksi.

Hanya ada tiga mata uang yang mampu ditaklukkan dolar AS, yaitu yen (0,11%), won (0,08%), dan dolar Hongkong (0,00%).

Selain tiga mata uang itu, dolar AS KO! Baht menjadi mata uang yang menekan dolar AS paling dalam hingga mencapai 0,22%, kemudian diikuti oleh poundsterling (0,17%), dolar Australia (0,16%), dan yuan (0,11%).

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga