Masuki Purna Tugas, PNS Diminta Persiapkan Mental dan Ekonomi Keluarga

Atas: Wabup/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin saat memberikan sambutan. Bawah: Para PNS yang akan memasuki masa purna tugas periode Januari - Maret 2021 saat mendengarkan pengarahan.
Atas: Wabup/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin saat memberikan sambutan. Bawah: Para PNS yang akan memasuki masa purna tugas periode Januari - Maret 2021 saat mendengarkan pengarahan.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Memasuki purna tugas, Pegawai Negeri Sipil (PNS) hendaknya mempersiapkan diri, baik mental maupun ekonomi keluarga, agar tidak mengalami kendala yang berarti.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin saat memberikan sambutan dalam acara bertajuk "Pembekalan PNS yang akan memasuki purna tugas periode Januari - Maret 2021 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo" yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo di Aula setempat, Rabu (19/2/2020).

"Saya tidak ingin PNS yang purna tugas mengalami post power syndrom, karena tak lagi disegani dan dihormati seperti waktu menjabat hingga jatuh sakit. Karenanya, melalui kegiatan pembekalan ini, saya ingin membuka wawasan, masa purna tugas bukanlah halangan bagi Saudara untuk tetap berkarya dan berpartisipasi di lingkungan masyarakat," tuturnya.

Selanjutnya, Kepala BKD Sidoarjo, Ridho Prasetyo menjelaskan, kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk memberikan motivasi, pencerahan kesiapan mental dan wawasan kewirausahaan, agar bisa dijadikan referensi.

"Ya, kegiatan ini sebagai bekal PNS ketika menjalani masa purna tugas," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, BKD Sidoarjo mengundang dua narasumber, yakni Umi Dayati dari Universitas Negeri Malang dan Imron Mawardi dari Universitas Airlangga. Keduanya menekankan, intinya, purna tugas bukan akhir dari segalanya.

Kegiatan pembekalan tersebut, juga dihadiri Sekda Sidoarjo, H. Achmad Zaini dan diikuti 165 PNS yang bakal purna tugas Januari - Maret 2021, terdiri dari 13 struktural, 43 fungsional umum, 5 tenaga kesehatan dan 104 tenaga pendidik.

Baca Juga