Masyakat Nasabah Perbankan BUMN Menilai Kinerja Direksi BTN Buruk

Jakarta, Akuratnews.com - Boleh saja Bank Tabungan Negara (BTN/Persero) mengklaim sebagai bank yang punya kinerja bagus dengan ukuran kinerja dengan  berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp1,6 triliun hingga September 2016. Jumlah tersebut tumbuh 32,6% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun. Pertumbuhan laba ini disumbangkan dari peningkatan pendapatan bunga bersih dan perolehan fee based income.

Masyakat Nasabah Perbankan BUMN, Chaerudin Affan, mengatakan,secara keseluruhan pencapaian kinerja BTN sangat baik dan rata-rata tumbuh diatas industri perbankan nasional. Tetapi dengan seringnya uang nasabah BTN dibobol oleh pegawai BTN menunjukan, jika menyimpan uang atau mendepositokan dana di BTN tidak aman.

“ Karena sistem pengamanan dan jenjang pengambilan keputusan di BTN yang dilakukan  dalam melakukan pencairan dan transfer dana sistemnya sangat buruk sekali,” kata Chaerudin kepada Akuratnews.com, Rabu (1/3/2017).

Chaerudin mengungkapkan, sangat tidak mungkin bila pembobolan dana nasabah BTN oleh pegawai BTN bukanlah dilakukan oleh jaringan mafia pembobol dana nasabah BTN yang melibatkan petinggi di BTN dan jika ketahuan, maka yang dikorbankan adalah pelakunya yang merupakan pegawai rendahan saja dan gampang di amankan nantinya tidak merembet ke petinggi Bank BTN.

Dia menyebutkan seperti dalam kasus pembobolan dana nasabah BTN di cabang Banyuwangi sebesar Rp 5 milyar yang anehnya yang membobol justru bagian marketing yang seharusnya dalam job description perbankan tidak punya akses untuk bisa memindah -mindahkan dana nasabah bank, ”Ini pasti ada kongkalikong di lingkungan internal BTN untuk melakukan kejahatan tingkat tinggi dalam membobol dana nasabah BTN,” ungkap Chaerudin.

Ia menilai, bahwa kasus pembobolan dana  BTN cabang di Banyuwangi ini saja ini yang baru diketahui setelah nasabah nya berani melaporkan ke pihak penegak hukum,diduga mungkin banyak juga dana nasabah yang dibobol oleh internal pegawai  BTN yang jumlahnya mencapai ratusan miliar.

“Tapi tidak terekspos media dan nasabah tidak melakukan laporan, tetapi hanya melakukan damai under table dan dana nasabah yang dibobol diganti rugi oleh pihak manajemen BTN, yang nanti dalam laporan keuangan dimasukan dalam pos kerugian BTN,” jelasnya.

Karena itu, Masyarakat Nasabah Perbankan BUMN Bersatu meminta pihak kepolisian dan penegak hukum, seperti KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk turun dan memeriksa laporan keuangan BTN yang diduga dengan modus pembobolan dana nasabah yang nantinya dimasukan dalam pos laporan keuangan BTN sebagai bentuk kerugian, padahal itu dilakukan secara sengaja. Belum lagi dalam kasus Koperasi Pandawa, dimana  pengurus koperasi Pandawa yang ditangkap sebanyak 8 orang mantan orang BTN dan banyak kepala cabang BTN menjadi leader koperasi Pandawa, tetapi dibiarkan.

”Jadi diduga kuat ada indikasi hubungan BTN dengan koperasi Pandawa. Masyakat Nasabah Perbankan BUMN juga mendesak Menteri BUMN untuk meminta pertanggung jawaban direksi BTN dan mencopot direksi BTN yang tidak mampu mengawasi secara baik, Sehingga dana nasabah  BTN sering di bobol oleh karyawan internal,” ujarnya.

Menurutnya, apabila dibiarkan dan tidak dilakukan perubahan direksi BTN yang mampu menlindungi dana nasabah, maka ditakutkan akan terjadi rush dana nasabah BTN oleh para nasabah yang takut dananya dibobol, akhirnya menganggu stabilitas perbankan nasional yang berdampak sistemik serta jatuhnya nilai saham BTN.

“OJK harus memberikan juga peringatan dan punishment pada pihak BTN yang tidak menjamin keamanan dana nasabahnya,” tutupnya. (Agus)

Penulis:

Baca Juga