Seminar Literasi Digital

Masyarakat Diminta Optimalkan Internet sebagai Sarana Industri Kreatif

AKURATNEWS -  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Literasi Digital: “Optimalisasi Teknologi Informasi untuk Millenial dalam Industri Kreatif yang Positif dan Bertanggung Jawab”.

Dalam seminar tersebut terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Bapak Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. yang saat ini menjabat sebagai  Wakil Ketua DPR RI. Narasumber kedua adalah Bapak Prof. Henri Subiakto menjabat sebagai Guru Besar FISIP UNAIR dan Staff Ahli Kominfo serta mengundang Bapak Burhanudin El Arif menjabat sebagai Angota F-PKB DPRD Nganjuk. Seminar ini diselenggarakan pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 melalui platform zoom meeting.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Seminar Literasi Digital memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis; memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat; memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA; Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat , serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Dalam  paparannya Prof Henri Subiakto (Guru Besar FISIP UNAIR/Staf Ahli Menkominfo), dalam menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah masuk pada industry 4.0 atau era digital, dimana kita harus mampu menguasai teknologi secara maksimal.

“Apabila kita tidak mau dan tidak mampu untuk melaksanakanya otomatis kita akan menjadi tertinggal, karena pada dasarnya teknologi akan banyak sekali membawa kemudahan bagi kehidupan manusia, di mulai dari pendidikan, kesehatan dan bahkan perekonomian. Namu di sisi lain dalam pemanfaatanya kita harus dapat selektif atau bijak agar kita dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik dan tidak merugikan diri kita sendiri nantinya,” papar Henri Subiakto di Jakarta Selasa, (12/10/21).

Pemateri selanjutnya Burhanudin El Arif (Anggota F-PKB DPRD Nganjuk), dalam paparannya dijelaskan Di era digital saat ini kita di tuntut selektif dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

“Pentingnya bagi orang tua dalam era digital dan bahkan  sangat di perlukan untuk pengawasan terhadap anak-anak kita, agar mereka bisa memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak sembarangan.  Dan dalam situasi seperti ini memang kita harus senantiasa meninternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita terutama dalam era digitalisasi. Nilai-nilai Pancasila inilah yang bisa mengarahkan kita ke lebih bijak dan lebih bertanggung jawab untuk menghadapi era digitalisasi”, papar Burhanudin.

Selanjutnya pemateri ke tiga Dr.A. Muhaimin Iskandar, M.Si (Wakil Ketua DPR RI) menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Dalam paparannya ia menjelaskan bahwa literasi digital menjadi kebutuhkan kita untuk terus mengupdate kapasitas kita menghadapi satu realitas teknologi informasi atau dunia digital yang terus berkembang.

“  Literasi digital menjadi kebutuhkan kita untuk terus mengupdate kapasitas kita menghadapi satu realitas teknologi informasi atau dunia digital yang terus berkembang, dimana memungkinkan, siapapun, dimanapun, asal kreatif, inovatif dan mempunyai kapasitas atau mempunyai kemampuan menghadirkan ide-ide, program-program dan langkah-langkah yang mutu, berkualitas, akan menjadi kekuatan ekonomi Maka Mari kita sama-sama menyosong masa depan era teknologi informasi ini dengan lebih produktif dan bermanfaat,” papar Muhaimin Iskandar.

Setelah paparan materi dari ketiga narasumber, moderator membuka sesi tanya jawab. Para peserta sangat antusias dalam memberikan pertanyaan. Dari 150 peserta, terdapat Tiga pertanyaan yang terpilih.

Sesi diskusi berjalan interaktif antara narasumber dan peserta. Para peserta yang bertanya juga mendapat doorprizes.

Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga