Masyarakat Keluhkan Tarif Ojek Online Baru

Jakarta, Akuratnews.com - Tarif ojek online naik 100 persen, sejumlah penumpang menjerit karena harganya dianggap “mencekik leher”

Sejumlah pengguna jasa ojek online menanggapi dengan berbagai ragam sejak tarif aturan baru diantaranya yang mengenai tarif baru per 1 Mei 2019.

“Saya biasa naik dari Rawamangun ke kawasan Rawasari enggak sampai duapuluh ribu, tadi saya naik ojol bayar duapuluh ribu lebih,” tutur Aulia, warga Rawamangun.

Wanita ini mengaku telah mendengar ada kenaikan tarif, namun berapa besarnya dia tidak tau persis. “Begitu tau saya kaget. Ini mah mencekik leher tarifnya,” cerita Aulia.

Dia kecewa dengan pemerintah yang memaksakan tarif ojol naik. Sebab cukup signifikan, setiap hari dia menggunakan jasa ojol pulang pergi kuliah. Bila sekali berangkat selisihnya Rp20 ribu dan dua kali naik jadi Rp40 ribu.

“Kalau sehari selisih empat puluh ribu dikalikah 26 hari sudah Rp.1.400.00, berasa banget kalau segede itu,” keluhnya.

Keluhan lainnya datang dari pegawai swasta yang setiap hari ke kantor menggunakan ojek online. Namun sejak Kamis (2/5/2019) selisihnya lumayan sepuluh ribu dan dua kali naik jadi duapuluh ribu.Bila dikalikan sebulan bekerja cukup berasa.

“Dampaknya cukup terasa pada uang yang saya keluarkan ketika menggunakan layanan ini, tambah pusing mengatur uang belanja,” kata Neneng, ibu rumah tangga.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji mengevaluasi tarif ojol yang baru diberlakukan.

“Dalam satu minggu mendatang, kita akan evaluasi dan segala masukan dari masyarakaat menjadi masukan bagi kami dan kami akan memberikan respons serta evaluasi,” janji Budi Karya

Budi Karya Sumadi mengatakan aturan baru diberlakukan di lima kota. Kelima kota itu yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar.

Kementerian membagi tarif berdasarkan tiga wilayah. Zona I, zona II, dan zona III. Zona I meliputi wilayah Sumatera, Jawa (tidak termasuk Jabodetabek), dan Bali. Adapun zona II meliputi Jabodetabek, dan zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua, dan NTB.

Tarif batas bawah yang diberlakukan untuk zona I ditetapkan Rp 1.850. Sementara zonal II Rp 2.000, dan zona III Rp 2.100. Sedangkan biaya jasa batas atas yang diberlakukan untuk zona 1 ialah Rp 2.300, zona II Rp 2.500, dan zona III Rp 2.600. Semua tarif itu dihitung net per kilometer.

Kementerian Perhubungan juga mengatur tarif biaya jasa minimal atau flagfall. Flagfall untuk zona I dipatok Rp 7-10 ribu, zona II Rp 8-10 ribu, zona III Rp 7-10. Tarif ini berlaku untuk jarak minimal 4 kilometer.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga