Media Survei Nasional :  Kasus Ahok Vs Ma’ruf Amin Dapat Mempengaruhi Elektabilitas Paslon Nomor Urut 2

Sudarto, Direktur Riset Media Survei Nasional.

Jakarta, Akuratnews.com - Direktur Riset Media Survei Nasional Sudarto mengatakan sikap calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin saat persidangan dugaan penistaan agama, pada Selasa (31/02/17), dapat mempengaruhi elektabilitas pasangan Ahok-Djarot.

Sudarto mamaparkan berdasarkan hasil survei dapat ditemukan sebesar 5,6 responden melihat isu negatif tersebut.

"Saat data diambil, isu penghinaan dan dugaan penyadapan terhadap Ketua MUI pada persidangan masih relatif kecil, "ujar Sudarto dalam jumpa pers hasil survei di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/02/17).

Maka dari itu, Sudarto menuturkan jika kasus isu penghinaan dan dugaan penyadapan terhadap Ketua MUI membesar, dapat mempengaruhi elektabilitas Ahok-Djarot.

"Namun bila isu ini membesar akan mengganggu elektabilitas Ahok-Djarot" katanya.

Ia pun mencontohkan menurunnya elektabilitas Ahok ketika itu pada bulan November, Ahok mendapatkan elektabilitas sebesar 26,6 persen, yang sebelumnya di bulan September mendapatkan 34,2 persen. Menurunnya elektabilitas Ahok-Djarot kata Sudarto terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok-Djarot.

"Bila kasus tudingan penghinaan terhadap Ketua MUI membesar dan masif serta bila tone negatif kasus penistaan membesar lagi, elektabilitas Ahok menurun" paparnya.

Dalam survei Media Survei Nasional (Median) menyebut tingkat elektabilitas pasangan nomor urut dua pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat meningkat mencapai 29,8 persen. Kemudian di posisi kedua pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapatkan elektabilitas 27,8 persen dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni menurun menjadi 26,1 persen dan 16,3 persen responden tidak menentukan pilihan.

Survei dilakukan pada 29 Januari hingga 2 Februari 2017 dengan sampel 800 responden, dengan margin of error sebesar +/-3,4 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun metode dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kotamadya. (Fajar)

Penulis:

Baca Juga