oleh

Melarikan Diri, Gembong Narkoba Ditembak BNN

Medan, Akuratnews.com – Gembong narkoba yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 24 Agustus 2018 lalu. Burhanudin berhasil ditemukan di Aceh Besar, Daerah Istimewa Aceh, Rabu (7/11/2018). BNN menembak Burhanudin karena mencoba melarikan diri. Burhanudin berusaha melarikan diri meski ada tembakan peringatan dari petugas. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Kamis (8/11/2018).

“Tembakan diarahkan ke bagian tubuh, kemudian diberikan pertolongan dan dibawa ke RS, namun yang bersangkutan dinyatakan meninggal,” kata Arman.

Hingga saat ini pihak BNN masih berada di Aceh Besar untuk mencari barang bukti terkait penangkapan tersebut. Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim Hasan alias Hong Kong yang ditangkap BNN bulan Agustus lalu.

“Burhanudin dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Arman lagi.

Tiga tersangka anggota jaringan Burhanudin yang di tewas ditembak  berhasil ditangkap tim gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI Angkata Laut. Dua karung berisi sabu seberat 38 kg dan 15 butir pil ekstasi disita sebagai barang bukti.

”Tiga tersangka yang ditangkap atas nama Fauzi, Nurdin dan Apali,” kata Deputi Pemberantasan BNN , Irjen Arman Depari kepada wartawan, Kamis (8/11).

Ketiganya ditangkap saat bersembunyi di semak bukar di Dusun Tualang, Peurlak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Kamis (8/11) pagi pukul 08.00 wib.

”Mereka (tersangka) ditangkap dari hasil pengembangan dari penangkapan Burhanudin DPO BNN,” jelas Arman.

Ketiga tersangka bertugas membawa dan menyimpan narkoba milik tersangka Burhanudin yang tewas ditembak petugas karena melawan saat ditangkap.

Ketiganya bertugas membawa dan menyimpan narkoba milik tersangka Burhanuddin. Barang bukti dua karung berisi 38 kilogram sabu dan 15.000 butir ekstasi disita dari ketiga tersangka.

“Narkoba berhasil ditemukan setelah sempat disembunyikan di hutan semak-semak dan ditutupi daun. Jumlah yang disita 2 karung berisi 38 kilogram sabu dan 15.000 butir ekstasi” jelas Arman.

Menurut keterangan tersangka narkoba dibawa dari Penang Malaysia dengan kapal penangkap ikas atas suruhan Burhanuddin sebagai pemilik barang.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Ibrahim adalah oknum anggota DPRD yang ditangkap karena dianggap menjadi gembong narkoba seberat 150kg.  Dia dipecat dari Partai Nasdem tak lama setelah penangkapan BNN. Dia ditangkap dengan barang bukti berupa tiga karung goni yang berisi sabu seberat 105 kilogram dan 30 ribu pil ekstasi.(Hsp)

Komentar

News Feed