Melawan Petugas, 1 Orang Jaringan Narkoba Aceh-Jakarta Ditembak Mati

Jakarta, Akuratnews.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap peredaran narkoba jenis ganja jaringan Aceh- Jakarta. Satu pelaku yang merupakan bos bandar bernama Muriandi terpaksa ditembak mati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan saat polisi meminta kepada pelaku untuk menunjukkan rumah sopir pengantar 310 bungkus ganja atau seberat 142 kg.

Tiba- tiba Muriandi justru berusaha melawan petugas. Polisi pun akhirnya menembak Muriandi dan dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Ini hasil pengembangan ditangkap di Aceh dan dibawa ke Jakarta. Tersangka melawan petugas dan mencoba menyerang petugas," kata Argo di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (8/11).

Polisi sempat memberi tembakan peringatan. Namun pelaku tidak menghiraukannya sehingga tim di lapangan terpaksa melepaskan tembakan yang menembus pelaku.

"Dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tersangka sudah kehabisan darah akhirnya meninggal," ungkapnya.

Kini tim tengah memburu satu DPO bernama Burhan yang merupakan sopir narkoba.

Di tempat yang berbeda Kasubdit 1 Ditresnarkoba PMJ AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, penembakan dilakukan di Srengseng, saat tersangka sedang dibawa dari bandara Soekarno Hatta untuk menunjukkan tempat tersangka yang lain.

Eko melanjutkan tersangka mencoba melawan petugas dan mencoba menyerang petugas. Kemudian dilakukan peringatan penembakan sebanyak dua kali ke udara namun tidak diindahkan oleh tersangka. Selanjutnya terhadap tersangka Muriandi dilakukan tindakan tegas terukur.

Ada tiga tersangka yang berhasil diringkus tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di dua tempat berbeda di Aceh yakni Ghazali, M Amin Yunus, dan Muriandi.

Eko menambahkan, Ghazali dan Yunus diamankan di depan Bank BRI di Jalan Prof Majid Ibrahim, Kota Sigli pada Minggu (3/11/2019). Sedangkan Muriandi ditangkap di Jalan Meunasah Kreung, Kabupaten Aceh Besar pada Senin (4/11/2019).

"Penangkapan bermula dari pendalaman kasus terhadap tersangka Yopi yang sudah diamankan di Jakarta bersama dengan barang bukti 142 bungkus ganja. Dari pendalaman itu diketahui Ghazali dan Yunus merupakan pengirim sejumlah ganja dari Aceh ke Jakarta," jelasnya di RS Polri Kramat Jati, Jumat (8/11/2019).

Setelah melakukan interogasi terhadap dua tersangka, didapatilah nama Muriandi yang menjadi pengendali jaringan narkoba Aceh-Jakarta.

Ghazali mengaku diperintah Muriandi untuk mengirim sejumlah ganja tersebut. Muriandi adalah residivis narkoba jenis sabu. Ia bebas dari Lapas Salemba pada 2005 silam.

"Bos ganja (Muriandi) memiliki ladang ganja di Aceh seluas 10 hektare," jelas Fanani.

Usai dilakukan penangkapan terhadap tiga tersangka tersebut, Muriandi dan Ghazali diterbangkan dari Aceh ke Bandara Soekarno Hatta untuk menunjukkan pelaku sopir pengantar ganja dengan truk warna putih. Berdasarkan kesaksian Muriandi, pelaku tersebut yakni Burhan tinggal di Srengseng, Jakarta Barat.

"Ketika dalam perjalanan ke Srengseng dari Bandara Soetta, Muriandi mencoba kabur dan melawan aparat. Sempat dilakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali aparat namun Muriandi tak menggubris," ungkapnya. (*)

Penulis: Eddy Suroso
Photographer:Hugeng Widodo

Baca Juga