Melibatkan Dua Unit Kendaraan, Kecelakaan Kerja Kembali Terjadi di Kawasan BDM Morowali

Morowali, Akuratnews.com - Kecelakaan kerja kembali terjadi dikawasan PT. Bintang Delapan Mineral (BDM). Kali ini insiden kecelakaan terjadi di jalan houling PT. BDM yang merupakan salah satu perusahaan kontraktor dengan melibatkan dua unit Dump Truk (DT) nomor lambung 208 dan DT 251 milik PT. Sulawesi Motor (SM), pada Senin (04/5/2020).

Menurut informasi yang dihimpun wartawan media ini, kronologis kejadian berawal, saat unit DT nomor lambung 208 milik PT. Sulawesi Motor mengalami bocor ban depan nomor 2 bagian kanan. Sementara itu, unit tersebut dalam posisi bermuatan matrial ore dari arah pit tambang nicel blok 5 - 8 PT. BDM menuju stokfaeil atau pabrik PT. IMIP.

Akibat bocor ban tersebut, unit DT 208 hilang keseimbangan dengan kecepatan normal dijalur hauling PT. BDM. Dan secara tak terduga, dari arah berlawanan muncul satu unit DT dengan nomor lambung 251 yang juga milik PT SM (BMS).

Meski seblum insiden tabrakan terjadi, kedua unit sudah berusaha untuk menghindari benturan dengan membentuk jalur silang. Namun, tampa disadari driver unit nomor 208 memaksa mensteringkan kembali kejalurnya semula.

Sehingga peristiwa naas, akhirnya tidak bisa terelakkan dijalur Km 17 PT. BDM Site Morowali. Hal ini dikarenakan, terjadi kesala pahaman perkiraan driver nomor unit 251 yang dalam ke adaan kosong dari arah pabrik atau stock fail menuju pemuatan ore di pit PT. BDM.

Dari peristiwa tersebut, kedua unit DT milik PT. SM saling bertabrakan seperti adu banteng di jalan houling PT. BDM dan kedua korban driver unit DT 208 maupun driver unti DT 251 mengalami patah tulang kaki serta lengan yang kemudian sudah di larikan ke klinik PT. BDM.

Menanggapi hal ini Ketua DPC FIKEP SBSI Morowali, Sahlun Sahidi menyangkan terjadinya insiden kecelakaan kerja tersebut. Menurutnya, kecelakaan kerja yang hampir sama sudah berulang kali terjadi. “Ini dikarenakan, pihak perusahaan cenderung mengejar target produksi dan terlupakannya aspek K3 serta kelalayan pihak oprator tentang P2H,” ungkapnya.

Belum lagi, faktor kondisi pihak menejemen yang tidak mengindahkan laporan kelayakan. Bahkan, pihak prusahan tidak mengikuti jam kerja dari pemerintah yang akibatnya, kontrol kehausan ban karna pemakaian unit serta minimnya APD terabaikan. “Begitu pula dengan kelengkapan kendaraan seperti apar P3K Rotari, Bumper pengaman depan kabin serta safety yang kurang aman di jalur houling,” tandasnya.

Sementara Dedy Kurniawan dari pihak IMIP yang dikonfirmasi, enggan memberikan tanggan. Begitu pula pihak PT. SM selaku kontraktor PT. BDM saat dihubungi wartawan media ini via handphone dan WatssApps.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga