Melihat Peluang Airlangga dan Ganjar di Pilpres 2024

"Jika tak ada tempat bagi Ganjar di PDIP. Pilihannya mesti keluar partai, tapi dia saat ini masih loyal. Tidak ada tempat untuk Sandiaga, Gerindra itu milik Prabowo, tidak mungkin diserahkan ke orang lain," Ujar ujang.

Ujang mengakui terbuka peluang tokoh-tokoh populer digaet menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk dijadikan vote gatter.

Meski hal sebaliknya, bisa juga terjadi di mana posisi cawapres ditempati pengurus atau ketua umum partai politik.

"Pasangan ini (Airlangga-Ganjar) mungkin saja. Atau Airlangga-Sandi itu juga mungkin. Tapi harus kalkulasi matang secara politik. Apakah bisa menang atau tidak," tambahnya.

Ujang mengatakan Ketum partai lebih mudah bisa mencalonkan diri, karena mereka pemilik perahu atau tiket. Sedangkan bagi kepala daerah atau tokoh populer jika ingin maju di Pilpres, maka elektabilitasnya harus tinggi karena itu yang akan dilirik partai.

Sementara itu, Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai hingga kini belum jelas siapa saja yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam pemilihan presiden 2024. Arya melihat bahwa komunikasi politik itu menjadi sangat strategis untuk dilakukan.

"Terutama komunikasi lintas partai," kata Arya kepada media, Sabtu (25/9/2021).

Diketahui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto jalan santai di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9) pagi. Airlangga tak sendirian, dia ditemani Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga