Salute to Slank-37 Tahun Untuk Indonesia

Memaknai Jiwa-jiwa Merdeka Ala Slanker Pelosok Timur Pulau Jawa

Bekasi, Akuratnews.com - Bicara nama Slank, sudah pasti tak bakal banyak yang tak kenal. Sudah 37 tahun grup band ini malang melintang di industri musik tanah air.

Masih lekat diingatan saat pertama kali menyetel kaset album perdana Slank bertajuk 'Suit..Suit..He..He..' (Gadis Sexy) di tahun 1993, tepatnya saat menginjak kelas dua SMA. Kaset hasil pinjam dari teman sekelas ini langsung diprotes seisi rumah karena lagu-lagu Bimbim cs ini asing di kuping mereka.

Namun karena jiwa muda yang meledak-ledak plus merdeka, protes seisi rumah itu pun hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan.

Dan terus mengalirlah suara khas Kaka di lagu pertama dan kedua di side A berpadu dengan lengkingan gitar Pay yang dikombinasikan piano Indra Q dan gebukan drum Bimbim menghasilkan irama rock'n roll. Genre yang bikin kuping orang rumah rungsing saat itu.

Bicara jiwa merdeka, jiwa yang melekat di mayoritas para Slanker saat itu dan mungkin saat ini sudah pasti banyak dipengaruhi lagu-lagu Slank yang memang banyak menyuarakan hal ini. Slank di masa awalnya sangat getol menyuarakan semangat anti feodalisme warisan kompeni, tak gentar menghadapi kontradiksi dalam kebebasan beropini dan berkreasi.

Dan nun jauh di pelosok timur pulau Jawa, tepatnya di desa Sekapuk, Gresik, Jawa Timur, jiwa merdeka ala Slanker tumbuh di dada Abdul Halim. Pria yang memenangkan Pemilihan Kades (Pilkades) Sekapuk tiga tahun lalu ini pun sukses menularkan jiwa merdekanya ini untuk membuat warganya bangkit dari keterpurukan.

"Saya jiwanya Slanker... Slanker itu kan ingin merdeka, tidak (hidup) dengan aturan yang merugikan sebagian pihak," ujar Halim saat berbicara di gelaran 'Salute to Slank - 37 Tahun Untuk Indonesia' di Bekasi, Sabtu (26/12).

Jiwa merdeka ini pun coba dimaknai dan digeber Halim sebagai salah satu modal awal meyakinkan warganya untuk bebenah desa mereka yang masuk kategori desa tertinggal lantaran nyaris tak ada yang bisa dihasilkan desa ini bagi mata pencaharian warganya.

"Tanahnya tandus, banyak bekas galian tambang yang dibiarkan begitu saja, sampah yang menumpuk dan sawahnya hanya mampu sekali panen dalam setahun," kenang Halim.

Saat dirinya terpilih menjadi Kades Sekapuk di 2017, ia melihat desa ini seperti gelas kosong yang harus diisi.

"Kemudian saya memilih pendekatan mendasar, yakni merubah mindset masyarakat dari desa tertinggal menjadi Desa Miliarder,” ucapnya.

Bahkan disaat wilayah lain kelimpungan akibat pandemi Covid-19, desa berpenduduk 5.000 jiwa ini bisa melejit dari keterpurukan dan menjadi desa miliarder.

Pendapatan desa yang kini lebih dari Rp4 miliar dicapai hanya dalam 2,5 tahun. Dana desa bisa dipakai membeli 56 unit sepeda listrik yang dipakai anak-anak sekolah. Mobil dinas desa pun lima mobil mewah yakni Alphard.

Kelima mobil itu dibeli dari dana Pemdes, hasil dari desa wisata, serta jual beli makanan ringan di stand yang ada di Desa Wisata Setigi, Sekapuk.

"Ini bukan masalah mau dibilang gengsi atau berlebihan, tapi bagian dari apresiasi dan semangat sekaligus bentuk keseriusan, bahwa bisa dikatakan desa miliarder dengan kemampuan membayar pajaknya. Ke depannya mulai dari Pemdes dikasih Alphard, kemudian Bumdes Expander, PKK pakai Nissan matic, kemudian wisatanya double cabin dan juga untuk fasilitas kesehatan berjalan, mobil ambulans Covid," ujar Halim lagi.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid yang juga jadi pembicara bersama pengamat musik, Bens Leo dan dimoderatori junalis Buddy Ace ini mengatakan, semangat yang dibawa Abdul Halim memajukan desa Sekapuk ini harus ditularkan kepada semua pihak dan desa-desa lainnya di Indonesia.

"Kami bisa ajak musisi muda datang ke desa Sekapuk untuk menyerap energi dari desa yang sukses menjadikan warganya miliader ini. Pak Halim juga bisa kita fasilitasi jalan dari desa ke desa untuk menularkan gagasannya,” ujar Hilmar.

Acara ini juga tak hanya diisi oleh talkshow, tapi juga penampilan sejumlah musisi yang membawakan lagu-lagu band yang sudah lebih dari 13 kali bongkar pasang personil ini.

Musisi seperti Andy/RIF, Once Mekel, Sandy PAS Band, Bayu Randu, Zian, Steven and Coconut Tree bergantian melantunkan lagu hits Slank, diselingi apresiasi mereka terhadap kiprah Bimbim cs selama 37 tahun ini.

Selamat masuk usia 37 tahun berkaya, semoga selalu terus jadi inspirasi musisi muda dan semua penikmat musik tanah air.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga