Memaksimalkan Teknologi Sebagai Alternatif

Akuratnews.com - Sejak diketahui penyebaran wabah covid-19 di negeri ini begitu cepat, maka pemerintah segera mengambil kebijakan Social Distancing, sekolah di beberapa daerah mulai diliburkan dan beberapa agenda ditunda. Lalu bagaimana agar aktifitas dan pendidikan terus berjalan serta ruh belajar tidak mati? Teknologi menjadi jawaban alternatif untuk hal ini.

Allah Swt menciptakan langit, bumi beserta isinya, juga manusia dengan sempurna dan sebaik-baik penciptaan sebagaimana dijelaskan di banyak ayat firmanNya di dalam Al Qur'an (misal QS. Al Mu'minun: 12-14). Allah Swt berikan akal bagi manusia sebagai pembeda dengan makhlukNya yang lain agar manusia berfikir:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (TQS. Ali Imron: 190-191).

Bagi seorang muslim, akal akan terus hidup dan berjalan salah satu spiritnya ialah surat Al 'alaq yang berisi iqro' (bacalah). Membaca dengan makna yang luas, tidak hanya sekadar membaca buku, Al Qur'an dan sebagainya tapi juga membaca semua ciptaanNya hingga menunjukkan bahwa ada Sang Pencipta di balik semua ini dan manusia sebagai salah satu ciptaanNya harus tunduk pada yang menciptakannya. Karena yang diciptakan bersifat lemah dan terbatas sedangkan Sang Pencipta Maha Segalanya.

Hasil berfikir dengan menggunakan akal ialah produk sains dan teknologi yang berkembang saat ini. Namun, sains dan teknologi ini jangan sampai bertentangan dengan aturan Allah Swt, misal mengganggu akidah umat, membawa ke arah maksiat, dan sebagainya. Dikaitkan dengan kondisi saat ini bagaimana caranya agar proses belajar terus berjalan maka mau tidak mau teknologi menjadi alternatif.

Dikenal istilah belajar 'daring' (dalam jaringan) atau LFH (learning from home), bagi para orang tua hal ini menjadi tantangan tersendiri dan juga solusi agar komunikasi dengan para guru terus berjalan untuk mencapai target belajar yang seharusnya disampaikan di sekolah langsung. Setiap hari para bunda memfasilitasi anak agar terhubung secara online dalam proses belajar dengan gurunya baik via HP atau leptop. Belajar yang biasanya bertumpu di sekolah dengan para guru, saat ini sangat bertumpu pada para bunda di rumah.

Awalnya mungkin gagap daring, seiring berjalannya waktu menjadi terbiasa. Hal ini membuktikan bahwa betapa Maha Hebatnya Allah Swt menciptakan akal pada manusia, dalam kondisi apapun bagaimana caranya proses belajar tetap berjalan secara proporsional. Spirit di dalam Islam tentang kewajiban menuntut ilmu dari sejak lahir hingga liang lahat sudah terpatri.

Lalu teknologi menjadi alternatif bagi para pekerja yang harus melakukan pekerjaan di rumah dalam kondisi seperti saat ini karena untuk mengurangi penyebaran wabah, dikenal istilah 'WFH' (work from home). Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk meeting online, misalnya aplikasi zoom. Memang tidak semaksimal bertemu langsung, tapi paling tidak kegiatan yang seharusnya tetap berjalan dan sudah dikejar deadline bisa tetap diupayakan berjalan via online.

Tentu apapun yang terjadi pasti ada hikmahNya, karena tidak lah Alah Swt ciptakan semuanya sia-sia. Semoga senantiasa mendapat hikmah dari semua ini dan semoga wabah ini segera berakhir sehingga bisa beraktifitas normal seperti biasa. Hanya kepada Allah Swt memohon dan berserah diri sambil berusaha dalam proses pencegahan penyebaran wabah ini.

Allahu A'lam Bi Ash Shawab

Penulis adalah: Revowriter Waringin Kurung

Baca Juga