Membangun Negara Tanpa Hutang, Mampukah Indonesia?

Akuratnews.com - Kemajuan suatu negara tidak terlepas dari pembangun insfrastruktur yang ada , indfrastruktur dianggap fital demi kelangsungan aktivitas hidup suatu negara . Namun terutama diindonesia , pendanaan insfrastruktur saja tidak cukup untuk melakukan pembangunan insfrastruktur tersebut harus ada suntikan dana dari luar untuk menunjang pembangunan infrastruktur seperti berhutang , dikutip dari databoks berdasarkan world bank 2018 bahwa PDB produk domestic bruto sebesar 14.837 triliyun angka tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan negara yang ada di Kawasan asia  tenggara (ASEAN) karena Indonesia memiliki penduduk sebesar 265 Juta jiwa membuat pendapatan perkapita Indonesia hanya 56 juta perkapita ini yang menjadi pertimbangan Indonesia untuk hutang  .

Ada beberapa hal kenapa pentingnya membangun insrastruktur di Indonesia di antaranya meningkatkan pemerataan  ,dengan adanya insfrastruktur yang memadai ketimpangan yang ada di Indonesia perlahan hilang , pembangunan pelabuhan dan rencana tol laut juga turut meningkatkan daya saing ditiap daerah di negara kepulauan ini. Sector industry kecil juga dapat dipasarkan didaerah lain yang mana dapat meningkatkan perekonomian di daerah tersebut , selain itu pembangunan insfrastruktur pendidikan menjadi lebih mudah , murah dan cepat , masalah listrik  dan internet juga dapat di jaungkau di daerah plosok-plosok di Indonesia .

Peningkatan daya saing indonesai dibidang bisnis , dengan insfrastruktur yang memadai Indonesia bisa dengan bangga untuk mempromosikan kepada para insvestor-invesor asing , meskipun indonesia insfrastrukturnya masih tertinggal dengan negara singapura Malaysia , thailan dan Brunai Darussalam , walaupun demikian pemerintah siap berbenah agar menciptakan iklim bisnis yang ideal dan mendatangkan investor lebih banyak. Selain itu adanya pelabuhan-pelabuhan mempermudah pengiriman komoditi lebih cepat dan lebih aman .

Meningkatkan sumberdaya manusia , dengan terbangunnya insfrastruktur diindonesia yang merata secara langsung bisa meningkatkan SDM Indonesia  karena meningkatnya pendidikan yang semakin merata , selain itu pembangunan insfrastruktur menyedot banyak sumber daya dan bisa ikut andil dalam proyek tersebut , selain itu juga masuknya perusahaan asing ke Indonesia membawa teknologi canggih diharapkan dapat membawa transfer skill teknologi kepada para pekerja diindonesia .

Berdasarkan data Bank Indonesia, utang luar negeri RI pada akhir Agustus 2019 tercatat mencapai US$393,5 miliar atau sekitar 4000 triliyun lebih ,­­ yang menjadi pertanyaan apakah hutang tersebut aman untuk kelangsungan perekonomian Indonesia , kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede di Jakarta, Selasa (20/8/2019) yang dikutip dari cnbcindonesia "Secara umum, kondisi utang pemerintah masih dalam level yang aman dan manageable melihat komposisi tersebut dan melihat rasio utang terhadap PDB yang mencapai sekitar 29,5 persen," walaupun angka tersebut dianggap masih aman , apakah indonesia akan selalu hutang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri , bukankah hutang negara menjadi hutang anak cucu bangsa kita ,  ini yang menjadi pekerjaan rumah kabinet kerja jokowi ma’ruf di periode kedua ini .

Ada beberapa cara yang bisa diambil pemerintah mengerem laju hutang Indonesia dan mengurangi anggaran APBN untuk pembangunan insfrastruktur:

Keterlibatan swasta ikut andil dalam pembangunan

Keterbatasan APBN memperlambat pembanguanan insfrastruktur , diperluka peran Swasta untuk ikut andil dalam pembangunan , peran Swasta juga tidak hanya menambal permodalan yang terbatas tetapi peran swasta juga membuat pembangunan lebih disiplin.

Dilansir dari liputan6 menteri keuangan sri mulyani "Pada saat kebutuhan untuk membangun begitu sangat urgent dan tinggi namun resources terbatas, sumber daya terbatas. Pada saat yang sama kita melihat kesempatan private sector bukan hanya memecahkan masalah uang tapi memberikan juga masalah disiplin tata kelola, dan disiplin pengelolaan aset keuangan dan ekonomi dari proyek yang ingin dikerjasamakan," jelas dia dalam Indonesia PPP Day 2017 di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Rabu (29/11/2017) .

Mendatangkan para investor

Banyaknya dana untuk membangun infrastruktur membuat APBN membengkak anggarannya perlu sokongan dana dari luar, diantaranya para investor , investasi di indonesia masih dilirik banyak investor karena negara Indonesia masih sebagai negara berkembang , selain itu investor juga dapat merambah kedunia industry dengan mendirikan pabrik-pabrik asing di Indonesia selain itu juga dapat mengurangi pengangguran yang ada di daerah daerah.

Dilansir dari laman kominfo.go.id Jakarta (30/04/2019) badan kordinasi penanaman modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Triwulan 1 (periode januari-maret ) tahun 2019 , dengan investasi Rp 195,1 Triliun , naik 5,3% dibanding tahun sebelumnya 2018.

Mencetak uang dengan jaminan proyek

kebijakan memang harus dibuat untul membuat perubahan , kurangnya pendanaan untuk membangun insfrastruktur harus di akali dengan berbagai cara , salah satunya dengan mencetak uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan pembangunan , banyaknya uang yang beredar di dalam negeri memang membuat inflasi karena jumlah uang lebih banyak dari pada barang , haruskah mencetak uang dengan jaminan emas ataupun dollar ? ada tidak cara untuk mencetak uang tanpa jaminan emas ataupun dollar , bagaimana jika diganti dengan jaminan proyek , proyek ini nantinya sebagai jaminan mencetak uang , berapapun kebutuhan untuk membangun insfrastruktur boleh untuk di cetak , saya memberikan analogi demikian, kementerian PUPR ingin membangun rumah sebanyak 1 juta rumah dan dibutuhkan 100 Triliun untuk membangunnya  kemudian negara mencetak sebanyak jumlah yang di butuhkan dan di berikan ke kementerian PUPR untuk di bangunkan rumah , setelah rumah itu jadi kemudian di jual ke masyarakat yang membutuhkan rumah , uang hasil penjualan tadi di berikan ke negara untuk di bakar , hasilnya uang yang di cetak tadi akan di hilangkan dan tidak membuat inflasi , asalkan material insfrastruktur tadi tidak di belanjakan ke luar negeri .

Membangun perusahaan milik negara pensuplay bahan baku insfrastruktur.

Memperkuat asset negara dengan membangun perusahaan milik negara penyuplay bahan baku insfrastruktur akan mengurangi biaya produksi penyuplay bahan baku , kekayaan negara bukan hanya yang berbentuk fisik ,  ada yang lebih banyak kekayaan Indonesia di sector alam , manfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk memproduksi bahan baku insfrastruktur negara ,sebagai negara yang besar selayakmya kita harus mandiri jangan sedikit-sedikit import .

Sudah leboh dari 70 tahun Indonesia merdeka , tetapi pembangunan negara masih belum bisa dirasakan masyarakat secara meluas, perlunya gebrakan baru untuk serius melakukan pembangunan besar besaran karena begitu besarnya manfaat yang akan di rasakan masyarakat , jika dibandingkan negara-negara di ASEAN Indonesia masih tertinggal dikutip dari republika menurut Menteri keuangan Sri Mulyani "Pembangunan infrastruktur tidak mungkin berhenti, karena kita masih harus mengejar ketertinggalan di ASEAN terutama ASEAN plus lima," ujarnya saat mengisi seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (8/1)

Penulis: Naillul Faza

Baca Juga