oleh

Menag Tegaskan Kementerian Agama Tidak Akan Dibubarkan

Cirebon, Akuratnews.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membantah ada upaya membubarkan Kementerian Agama. Menurutnya, Pemerintah maupun DPR juga tidak mewacanakan pembubaran Kemenag.

Penegasan ini disampaikan Menag merespon kabar yang viral di media sosial bahwa Kemenag akan diganti menjadi Kementerian Urusan Haji, Zakat dan Wakaf. “Berita tersebut sama sekali tidak benar,” kata Menag Lukman di Cirebon, dilansir dari kemenag.go.id, Senin (22/10/2018).

Menag mengingatkan bahwa pendirian Kemenag merupakan jalan tengah yang ditempuh para founding father untuk menjaga persatuan negara. Usaha ini yang menurut Menag harus dipahami dan dilanjutkan hingga saat ini.

“KH. Wahid Hasyim pernah berkata bahwa Kementerian Agama hakikatnya merupakan jalan tengah antara teori yang memisahkan agama dari negara dan teori yang menyatukan negara dan agama,” ucap Menag.

Meski Indonesia bukan negara yang berdasarkan agama, kata dia, namun masyarakatnya sangat religius. Kemenag lantas menurutnya hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang religius tersebut.

“Jadi tidak benar Kemenag akan dibubarkan,” tegas Menag.

Ia menjelaskan Kemenag sejak awal pendiriannya bertugas untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta pemeluk-pemeluknya. Juga meningkatkan kualitas kerukunan dan kehidupan umat beragama.

Pelayanan terhadap umat muslim menurut Menag memang jauh lebih banyak, menyangkut pelayanan pendidikan, pernikahan, dan sebagainya. Hal itu dinilai wajar karena umatnya memang jauh lebih banyak.

“Tapi harus diingat, bahwa Kemenag juga memberikan pelayanan, perlindungan, dan penjaminan terhadap pemeluk agama lainnya,” tandasnya.

Hal lain yang dibantah Menag adalah pandangan yang menyatakan bahwa institusi yang dipimpinnya hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. Menurutnya, Kemenag sejak berdiri hingga kini pernah dipimpin oleh kyai, ulama, akademisi, profesional, bahkan tentara.

“Jadi tidak benar kalau Kemenag hanya sebagai tempat golongan tertentu dari umat Islam,” tandas Menag Lukman.

Lebih lanjut, Menag juga membantah bahwa kewenangan Kemenag akan dibatasi hanya mengurusi seputar haji, zakat, dan wakaf saja. Zakat dan wakaf menurutnya hanyalah salah satu direktorat di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Selain itu, ada juga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya berkoordinasi dengan Kemenag.

Sebelumnya, berita pembubaran Kemenag sendiri sempat viral pada tahun 2014 di era awal penyusunan Kabinet Kerja Jokowi-JK. Kini, kabar tersebut muncul dan viral kembali di media sosial khususnya Whatsapp. (Ysf)

Komentar

News Feed