Menakar 100 Hari Kerja Mendagri

Oleh: Reza Fahlevi, S.IP, Direktur Eksekutif The Jakarta Institute

Jenderal Pol (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A.,Ph.D adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pertama berasal dari unsur kepolisian. Karier moncer selama menjadi Kapolri dengan kebijakan Polri Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter), menjadikan alasan dirinya ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 23 Oktober 2019 masuk jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Dengan pengalamannya menjadikan Polri Promoter, serta kecerdasan dan juga karakter kepemimpinannya yang tegas, lulusan terbaik Akpol tahun 1987 ini, dianggap sangat pas untuk memimpin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Promoter yang menjadi tagline Kepolisian Republik Indonesia selama dipimpin Jenderal Tito Karnavian, dititikberatkan pada tiga kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media.
Peningkatan kinerja dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum dan pemeliharaan stabilitas kamtibmas secara optimal.Perbaikan kultur direalisasikan dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan.

Sementara manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial, dengan menyampaikan berbagai upaya Polri dalam pemeliharaan kamtibmas dan meminimalisasi berita negatif, termasuk hoaks dan ujaran kebencian.
Tiga tahun pelaksanaan program Promoter, selama Tito menjadi pucukan pimpinan Polri dipandang telah menunjukkan hasil yang baik. Ia berhasil mengembalikan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara. Program Promoter juga turut menciptakan budaya Polri yang berintegritas, akuntabel dan transparan.

Selain itu, karier cemerlang Tito lainnya di Polri yakni, ia pernah diberikan lima kali Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Diangkat menjadi Kepala Densus 88 Antiteror pada 2009-2010 karena berhasil mengungkap sejumlah kasus terorisme sejak Bom Bali 2002 hingga penangkapan gembong teroris Noordin M. Top dan Dr. Azhari. Kemudian meraih pangkat Irjen saat menjabat Kapolda tipe A di Papua pada 2012-2014 dan Kapolda Metro Jaya 2015-2016. Pangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga diraih Tito saat menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) pada 2016. Baru kemudian oleh Presiden, Tito ditunjuk menjadi Kapolri dengan bintang empat di pundaknya.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis:

Baca Juga