Menakar 100 Hari Kerja Mendagri

Sebagai seorang yang berprestasi, Tito dianggap sebagai polisi dengan kecerdasan di atas rata-rata. Buktinya, di tengah kesibukannya memangku berbagai jabatan strategis di Polri, Tito masih bisa menuntut ilmu setinggi mungkin hingga meraih gelar Profesor studi strategis kajian kontra Terorisme dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Sebelumnya, Tito juga pernah mempertahankan disertasinya dan memperoleh gelar Ph.D bidang “Strategic Studies with Interest on Terrorism and Islamic Radicalization” di RSIS, Nanyang Technological University Singapore (2013), dengan penghargaan “2nd Class Upper (setingkat Magna Cum Laude dengan GPA 4.25)”. Sebuah pencapaian gelar pendidikan yang luar biasa dari seorang Perwira Tinggi Polisi.

Sejak di bangku sekolah, ia aktif berorganisasi. Tito pernah menjadi Ketua Osis SMA Negeri 2 Palembang. Setamat SMA, Tito muda ternyata telah mengikuti tes dan lulus di empat tempat untuk melanjutkan pendidikannya seperti di AKABRI, Kedokteran Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional UGM, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Hingga akhirnya Ia lebih memilih karir pendidikan di AKABRI matra Kepolisian dan lulus dengan bintang Adhi Makayasa, yakni penghargaan sebagai lulusan Akpol terbaik tahun 1987.

Tak hanya sampai di situ, Tito juga meraih berbagai prestasi akademik lainnya, beberapa di antaranya: meraih gelar Master of Arts bidang Police Studies di University of Exeter UK (1993), menerima bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta (1996), penghargaan Bintang Seroja sebagai peserta terbaik pendidikan Lemhanas RI PPSA XVII (2011).

Melihat sepak terjangnya selama bertugas di Kepolisian dengan konsen pada penanganan kasus-kasus terorisme, dimana Jenderal Tito pernah menjadi Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), ada harapan yang membuncah agar stabilitas politik nasional bisa terjaga sehingga berbagai ancaman seperti terorisme dan separatisme yang akan mengganggu pembangunan nasional, bisa diatasi Mendagri Tito.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis:

Baca Juga