Menakar 100 Hari Kerja Mendagri

Ia diharapkan bisa menyapu bersih aparatur sipil negara (ASN) di seluruh pemerintahan daerah yang terpapar pemikiran radikalisme yang merupakan akar permasalahan gerakan terorisme yang menjamur subur di Indonesia.

Sebagai seorang berlatar Jenderal Polisi profesional yang sangat menguasai terorisme sekaligus akademisi dan Guru Besar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Tito memang terbiasa mengatasi keamanan dan penindakan hukum di Indonesia. Karena itu, loyalitas dan kapabilitas Tito serta etos kerja yang besar untuk pengabdian kepada bangsa dan negara tak perlu diragukan lagi.

Sejak dilantik menjadi menteri oleh Presiden Jokowi tanggal 23 Oktober 2019, hingga jelang 100 hari kerja dengan tugas utama memimpin Kemendagri untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, sejumlah terobosan dan inovasi telah dilakukan Mendagri Tito beserta jajarannya.

Hal itu bisa dilihat dari berjalannya sejumlah fungsi utama Kemendagri dalam merumuskan, 2 menetapkan dan melaksanakan kebijakan di bidang politik dan pemerintahan umum. Mendagri Tito terbukti piawai menjalankan perannya sebagai orang yang membina Pemerintah Daerah, DPRD, Partai Politik, Ormas dan tentu saja menggerakkan seluruh perangkat Kemendagri di seluruh Indonesia.

Demikian juga dengan urusan otonomi daerah, pembinaan administrasi kewilayahan, pembinaan pemerintahan desa, pembinaan urusan pemerintahan dan pembangunan daerah, pembinaan keuangan daerah, serta kependudukan dan pencatatan sipil. Sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang juga jadi domain Kemendagri telah berjalan sesuai relnya di bawah komando Tito.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis:

Baca Juga