Opini

Mencatat Indonesia Tuk Indonesia Gemilang

Akuratnews.com - Sensus Penduduk Online resmi diperpanjang oleh Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI). Semula pelaksanaan Sensus Penduduk Online dijadwalkan terlaksana pada tanggal 15 Februari – 31 Maret 2020 diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Perpanjangan waktu tersebut dikarenakan penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 di Indonesia. World Health Organization (WHO) telah menetapkan status pandemic global akibat virus.

Hal tersebut dikarenakan virus ini sangat cepat menyebar ke berbagai Negara di belahan bumi dan tingkat keparahannya yang sangat menghawatirkan. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengumumkan pertama kai kasus Covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020 dengan jumlah kasus positif sebanyak 2 orang. Namun, per hari ini tanggal 27 Mei 2020 jumlah kasus tersebut telah meningkat.

Menurut data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bahwa hingga tulisan ini dibuat pada tanggal 27 Mei 2020, terdapat jumlah kasus  positif di Indonesia sebanyak 686 kasus. Dengan demikian, jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional adalah sebanyak 23.851 kasus.

Sensus Penduduk Online yang diperpanjang oleh Badan Pusat Statistik ini dengan harapan jumlah penduduk yang berpartisipasi kian meningkat. Namun, ditengah harapan besar tersebut masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu kegiatan Sensus Penduduk, Kenapa harus Sensus Penduduk, dan Bagaimana dengan keamanan dan kerahasiaan data yang telah diberikan oleh masyarakat?

Sensus Penduduk 2020

Sensus Penduduk merupakan kegiatan pendataan lengkap seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali, untuk memperoleh karakteristik penduduk Indonesia pada suatu waktu tertentu. Sensus Penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali, di tahun yang berakhiran 0 (nol) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.6 dan No.7 tahun 1960. Sensus Penduduk terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2010 dan pada tahun ini sedang diselenggarakan Sensus Penduduk 2020 yang merupakan pelaksanaan ke tujuh sejak Indonesia merdeka dimana Sensus Penduduk pertama kali dilaksanakan pada tahun 1961.

Selain mendapatkan data jumlah dan karakteristik dari penduduk Indonesia, tujuan lain dari pelaksanaan Sensus Penduduk adalah untuk menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk atau indikator SDGs dan sebagai upaya perwujudan menuju satu data kependudukan Indonesia.

Mencatat Indonesia merupakan tagline Sensus Penduduk 2020 dengan terobosan inovasi baru, yakni data administrasi kependudukan yang tersedia pada Ditjen Dukcapil (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sebagai basis data dasar yang nantinya akan dilengkapi dengan isian dari Sensus Penduduk 2020 dan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan. Dengan demikian, upaya dalam mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia dapat terselenggara dengan baik. Pada tahun ini, Sensus Penduduk menggunakan tiga tahapan pengumpulan data.

Pertama, Sensus Penduduk Online (SP Online) yang sudah secara resmi dimulai pada tanggal 15 Februari 2020 yang lalu. Kegiatan SP Online ini akan berlangsung hingga 31 Maret 2020. Namun, sehubung adanya pandemi Covid-19 yang sejalan dengan pernyataan resmi pemerintah untuk melakukan pembatasan kegiatan di luar rumah dan tatap muka serta imbauan WHO terkait pencegahan laju penyebaran Covid-19 melalui physical distancing, BPS melakukan penyesuaian pelaksanaan SP Online sebagai antisipasi peyebaran Covid-19. Untuk itu, bagi masyarakat yang belum sempat berpartisipasi, BPS memperpanjang periode pengisian SP Online sampai tanggal 29 Mei 2020. SP Online dapat dilakukan secara mandiri melalui portal http://sensus.bps.go.id// .

Terobosan baru atau sistem baru dalam pendataan ini guna menunjang pelaksanaan kegiatan Sensus Penduduk dan memperoleh data yang berkualitas, seperti: mengatasi responden yang tidak tersentuh oleh petugas sensus, mengefisiensi pengunaan waktu dan tenaga dalam pelaksanaan sensus, serta menghemat anggaran dalam mencetak kuesioner dan perekrutan petugas yang berlebih. Terobosan baru inilah yang dikenal  dengan istilah “Snsus Penduduk Online 2020”. Sensus Penduduk Online 2020 ini ada agar memudahkan masyarakat meng-update data dirinya kapan saja secara mandiri mengunakan gawai (gadget) yang dimiliki seperti smartphone, tablet, komputer, maupun laptop yang terhubung dengan sinyal internet selama periode pelaksanaan Sensus Penduduk berlangsung. Terlihat bahwa literasi masyarakat terhadap penggunaan tekhnologi informasi yang semakin baik sehingga menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting data yang dimulai dari mengisi informasi pribadi dalam data kependudukan. Tatacara meng-update data diri pada Sensus Penduduk Online 2020 adalah:

Selanjutnya 1 2

Baca Juga