Menegakkan Kode Etik, KY Klaim Pantau Sidang Ahok

Gedung Komisi Yudisial

Jakarta, Akuratnews.com - Sehubung dengan adanya pernyataan sikap dari berbagai pihak dan sekaligus permintaan MUI kepada KY untuk menegakkan kode etik persidangan penodaan agama, dengan terdakwa Ahok.

KY membatasi diri untuk tidak berkomentar mengenai substansi perkara, sebab selain Independensi hakim yang wajib dijaga juga proses hukumnya masih berlangsung.

Menanggapi pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut, Juru bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Fajdi, mengatakan, Komisi Yudisial (KY),  sampaikan bahwa fokus Komisi Yudisial akan ada pada etika majelis hakim dalam mengelola perkara ini baik perilaku on bench conduct (perilaku di dalam sidang) maupun off bench conduct (perilaku di luar sidang).

"Pengawalan dalam kasus ini secara garis besar dilakukan lewat dua metode, pemantauan tertutup atau pemantauan terbuka," kata Farid kepada Akuratnews.com, Jumat (3/2/2017).

Farid, menjelaskan, dengan penggunaan metodenya sangat bergantung pada penilaian internal tentang urgensi kasus yang dihadapi.

"Soal kontinuitasnya, tidak bisa kami jelaskan satu persatu, namun secara umum untuk kasus yang menarik perhatian publik selalu kontinue (baik terbuka atau tertutup)," tegasnya.

Dia memastikan tugas KY mengawal proses sidang ini dilakukan dengan itikad yang baik dan sesuai dengan peran yang diberikan oleh negara.

Namun, KY juga meminta kepada publik untuk juga berkontribusi dalam memonitor perkembangannya serta benar-benar, menjaga kemandirian prosesnya. (Agus)

Penulis:

Baca Juga