Menengok Masjid Jogokariyan, Masjid Yang Saldo Kasnya Selalu Nol Rupiah

Yogyakarta, Akuratnews.com - Jika masjid lain kerap bangga mengumumkan saldo infaknya selalu puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka masjid Jogokariyan di Yogyakarta malah sebaliknya.

Masjid ini malah selalu berupaya keras agar saldo infaknya harus di angka nol rupiah setiap kali diumumkan di akhir bulan.

Menurut pengurus DKM masjid, infak itu sebenarnya ditunggu pahalanya untuk jadi amal shalih, bukan untuk disimpan di rekening bank.

Pengumuman infak jutaan juga dikhawatirkan akan menyakitkan jika tetangga masjid ada yang tak bisa ke rumah sakit karena tak punya biaya atau tak bisa membayar biaya sekolah anak-anaknya.

"Dengan pengumuman saldo infak yang nol rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya," ujar seorang pengurus yang enggan di sebutkan namanya.

Bahkan mesjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas WiFi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, hingga buka puasa 5.000 piring nasi setiap hari selama bulan Ramadhan.

Hidangan buka puasa 5.000 piring nasi setiap hari selama bulan Ramadhan di masjid Jogokariyan.

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Yogyakarta, termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di masjid.

Berikut beberapa keistimewaan Masjid Jogokariyan ini:

1. Masjid ini hanya berlokasi di tanah wakaf 700m2 tapi memiliki tiga lantai dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami).

2. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis muslim yang kuat.

3. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yang sudah sholat/belum, yang sholat jamaah ke masjid/belum, yang muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.

4. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dengan berbagai cara yang syar'i.

5. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.

6. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

7. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah nol rupiah tiap akhir bulan.

8. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba'da Subuh.

9. Ada 500 - 1000 nasi bungkus tiap ba'da jumat (dana swadaya jamaah).

10. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai tiga masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.

11. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).

12. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa', walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa' ini diambil di masjid ba'da Subuh.

13. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.

Itulah beberapa hal-hal istimewa dari masjid ini, semoga bisa dijadikan contoh untuk para takmir masjid lainnya. (rianz)

Penulis:

Baca Juga