Mengadu ke Kejati Jatim, JAPRI Menduga ada Korupsi Dalam Pembangunan Gedung DPRD Kota Surabaya

Surabaya, Akuratnews.com - Diduga ada bagi-bagi duit hasil pembangunan gedung DPRD Kota Surabaya, Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (JAPRI) Jawa Timur datangi Kejaksaan Tinggi, Rabu (4/11/20).

Kedatangan puluhan pemuda yang tergabung dalam JAPRI tersebut, bertujuan untuk mengadu atas adanya tindakan tidak transparan dalam proyek senilai lebih dari 54 Miliar, yang dimenangkan oleh PT. Tiara Multi Teknik.

"JAPRI Jatim akan terus menelusuri siapa dibalik itu, dan bagaimana laporan pertanggung jawaban atas pembangunan tersebut," terang Zainudin, Kordinator JAPRI wilayah Jawa Timur, saat ditemui di depan Kejati jalan Ahmad Yani Surabaya.

Zainudin juga menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Kejati dalam pencarian bukti dugaan tindakan koruptif tersebut.

"Kami akan bekerjasama dengan pihak Kejaksaan jika dalam prosesnya menemukan bagian bukti yang ada kami akan segera melaporkannya," tambah Zainudin.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah meminta agar Kejati turut mengawasi .

Sementara itu, Kasipenkum Kejati Jatim, Anggara Suryanagara mengaku telah menerima adanya laporan dari JAPRI.

"Saat ini benar surat telah diterima oleh PTSP. Kami belum mengetahui surat tersebut berisi apa, karena amplop tertutup. Bagian PTSP akan memproses sebagaimana SOP penerimaan surat," katanya saat dihubungi wartawan via Whats app.

Perlu diketahui proyek pembangunan Gedung baru DPRD Kota Surabaya itu sendiri dilakukan pada tahun 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp 54.124.520.000 dan dikerjakan oleh PT. Tiara Multi Teknik selaku kontraktor pemenang tender.

Penulis:

Baca Juga