Mengaku Kerja di Bank, Perempuan Asal Manggarai Timur Bawa Kabur Uang Senilai 38 Juta

Kwitansi Pembayaran Uang 38 Juta dari Ibu Emiliana Helni dengan Ibu Agatha Wahyuni Anggun. Foto||Aristo||Akuratnews||

AKURATNEWS - Agatha Wahyuni Anggun, perempuan warga Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga bawa kabur uang senilai 38 Juta.

Anggun yang mengaku bekerja disalah satu Bank di Kecamatan Borong ini, kini harus berurusan polisi, usai korban mengadukan ke Polres Manggarai Timur Kamis, 26 Mei 2022 Lalu.

Korban Emiliana Helni Warga Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, menjelaskan kalau dirinya ditipu usai uang milik pribadinya dibawa kabur oleh terduga pelaku.

Menurut Emi, awalnya terduga pelaku meminta bantuan meminjamkan uang dengan alasan berbisnis butik.

"Tanggal 10 Mei 2022 dia menelpon Saya. Katanya mau pinjam uang 40 juta untuk berbisinis butik. Waktu itu Saya bilang, saya hanya punya uang tunai 38 juta. Kebetulan uang ini saya belum simpan ke Bank BNI. Nanti kalau butuh betul, saya bantu tapi 38 juta saja. Saya bantu tapi bukan dipinjamkan. Tidak ada bunganya. Uang ini saya titipkan untuk membantu, sebelum saya simpan di Bank lagi," jelas Emi, Selasa 20 Juni 2022.

Dia melanjutkan, tanggal 13 Mei 2022 lalu uang senilai 38 juta diantarkan langsung kerumah pelaku. Menurutnya, pelaku menjanjikan akan kembalikan uangnya lima hari lagi.

"Tanggal 13 Mei 2022, Saya kerumahnya di borong untuk menyerahkan uang itu secara langsung. Saat itu, Dia minta untuk mengembalikan uang lima hari lagi. Saya bilang ke Dia, Jangan. Bikin saja dua minggu. Supaya tidak huru hara. Tepat tanggal 26 Mei 2022 saja nanti dikembalikan. Lagi-lagi saya bilang uang ini bukan dipinjamkan tapi dititipkan sebelum simpan ke Bank," terang Emi.

Menurut Emi, pasca penyerahan uang dirumahnya terduga pelaku, dibuatkan kesepakatan tertulis berupa kwitansi. Dalam penyerahan ini, turut hadir pula Bapak Albertus Edi Dinar dan Ibu Sisilia Yuni Diru anak kandung Korban.

"Antara Saya dan Dia suda buatkan Kwitansi. Dia suda membaca kwitansinya dan menandatangi. Saat itu anak Saya membuat kwitansi, karena Bu Yuni Anggun lagi gendong bayinya," Jelas Emi.

Korban menerangkan, pada tanggal 26 Mei 2022 korban mendatangi rumah terduga pelaku. Untuk menanyakan pengembalian uang miliknya. Namun naas, uang yang dititipkan itu suda tidak ada. Menurut pengakuan terduga pelaku ke korban, uang itu tidak ada karena suda ditipu oleh kakaknya di Jakarta.

"Tanggal 26 mei 2022 Saya pergi ambil uang itu ke rumahnya namun Yuni Anggun jawab menangis katanya dia sudah di tipu oleh kakaknya yg ada di Jakarta barang butik tidak dikirim dan uang 38 juga ludes di tipu kakaknya yang ada di Jakarta maka dengan itu saya buat LP di Polres Manggarai Timur," tegas Emi.

Media kami menghubungi saudara Yuyun Diru lewat Via WhatsApp, menurutnya tanggal 13 Mei 2022 dirinya bersama Ibunya Emi sekitar Jam 19.00 malam mendatangi rumah milik terduga pelaku. Dia menambahkan benar bahwa dirinya menyaksikan langsung penyerahan uang senilai 38 Juta.

"Iya betul. Saya ada waktu itu. Saya menyaksikan langsung penyerahan uang sebesar 38 Juta. Dan saya yang buatkan Kwitansi. Karena Ibu Yuni Anggun lagi menggendong bayinya," ujarnya.

Pada saat yang sama kami menghubungi Ibu Agatha Wahyuni Anggun lewat Via Telepon, menurutnya apa yang disampaikan Ibu Emiliana Helni tidak benar.

"Mereka mendatangi rumah waktu itu, tapi tidak ada penyerahan uang senilai 38 juta. Itu tidak benar," jelasnya.

Ditanya soal kwitansi yang ditandatanganinya, dirinya mengakui. Namun menurutnya dalam keadaan terpaksa.

"Saya mengakui ada kwitansi itu. Saya melakukan itu dengan terpaksa. Tapi bukan untuk 38 juta yang mama Emi bilang. Uang itu hitungan utang piutang atas peminjaman saya sebelumnya. Sehingga tidak benar mereka menyerahkan uang 38 juta lagi," pungkasnya***

Penulis:
Editor: Ahmad Ahyar

Baca Juga