Mengapa Bukan Menteri Pertanian yang Pimpin Proyek Lumbung Pangan?

Mengutip studi yang dilakukan oleh psikolog Robert Cialdini, ditemukan bahwa seseorang mengalami kesulitan yang ekstrem – perasaan bersalah atau tidak menyenangkan – apabila mengabaikan utang atau jasa yang telah diberikan oleh orang lain. Perasaan-perasaan itulah yang kemudian menjadikan efek timbal balik kerap dialami oleh manusia.

Efek timbal balik ini sendiri disebut Dobelli sebagai salah satu strategi bertahan hidup paling berguna dalam sejarah umat manusia. Karena adanya efek ini, kita dapat menikmati berbagai sistem kemasyarakatan ataupun ekonomi seperti koperasi, gotong-royong, saling membantu, kerja sama, keluarga, dan lain sebagainya.

Mengacu pada reciprocity, ini kemudian menerangkan mengapa pelanggan di bar-bar AS memiliki tendensi untuk kembali membeli minuman setelah diberikan makan siang gratis, kendati mereka bisa saja pergi untuk minum di rumah.

Makan Siang dari Jokowi?

Dengan demikian, mengacu pada dua konsep tersebut, terkait kasus Presiden Jokowi yang menunjuk Prabowo sebagai pemimpin food estate, mungkin dapat ditarik dua kemungkinan atasnya.

Pertama, bisa jadi itu adalah balasan sang presiden karena Prabowo bersedia masuk ke pemerintahan agar rekonsiliasi terjadi.

Kedua, bisa jadi itu adalah makan siang gratis Presiden Jokowi kepada mantan Danjen Kopassus tersebut agar nantinya mendapatkan timbal balik tertentu.

Terkhusus kemungkinan kedua, setidaknya terdapat berbagai alasan mengapa hal tersebut terjadi.

Pertama, efek timbal balik tersebut akan kuat karena sebagaimana yang dikemukakan oleh Sandiaga Uno yang menjadi pasangan Prabowo pada Pilpres 2019 lalu, Ketum Partai Gerindra tersebut memang memiliki minat yang besar (passion) untuk membangun lumbung pangan nasional. Prabowo sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Selain itu, dengan Prabowo yang memiliki tanah yang begitu luas di Kalimantan, amanah untuk mewujudkan lumbung pangan nasional tentunya lebih mudah untuk diwujudkan.

Kedua, dengan jumlah kursi di Senayan sebanyak 78 kursi, atau ketiga terbesar, Partai Gerindra dapat memberikan dukungan politik yang besar kepada Presiden Jokowi.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga