Mengatasi Dampak Negatif Covid-19 pada Anak? Hal ini Menjadi Prasyarat

Jakarta, Akuratnews.com – Negara harus hadir untuk menyediakan program reunifikasi dan rehabilitasi sosial pada anak yatim piatu yang terdampak covid-19, serta didukung kerjasama lintas sektor dan komitmen kuat seluruh pihak untuk saling berperan menguatkan anak, serta keterbukaan data dan informasi sesuai agregat usia dan jenis kelamin, menjadi tiga prasyarat mutlak untuk mengatasi dampak negatif Covid-19 pada anak.

Sebab, data satgas Covid-19 memang menunjukkan anak-anak menjadi salah satu kelompok rentan yang terdampak Pandemi Covid-19, sehingga harus dicari solusi terbaik untuk melindungi anak.

Hal ini mengemuka dalam Webinar bertema Perlindungan Terhadap Anak Yang Terdampak COVID-19, yang diadakan Yayasan Lentera Anak bersama Ruandu Foundation, Yayasan Gagas Mataram, Yayasan Kakak Surakarta dan komunitas Fun with Mom di Jakarta, pada Kamis, 2 September 2021.

Dr. dr. Ida Safitri L, Ichlasul Amalia, pemerhati kesehatan anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, mengungkapkan berdasar data Satgas Penanganan Covid-19 per-1 September 2021 terdapat 531.674 (13 persen) Kasus Covid-19 terkonfirmasi pada anak usia kurang dari 18 tahun dan sebanyak 1.330 (1 persen) kematian pada anak usia kurang dari 18 tahun.

Ida menegaskan data ini menunjukkan bahwa anak-anak tetap memiliki potensi yang sama dengan orang dewasa untuk terinfeksi Covid-19, walaupun memang gejala yang dihadapi anak cenderung ringan dan tidak mengarah kepada berat.

“Namun ada beberapa faktor risiko keparahan covid-19 pada anak, yakni anak yang memiliki Riwayat kelahiran prematur, penderita obesitas, memiliki komorbid/penyakit bawaan, penyakit saluran cerna, diabetes, asma, penyakit kardiovaskular, adanya temuan gejala dan hasil laboratorium CRP meningkat, dan mereka yang memiliki kadar vitamin D rendah, ujar dr. Ida.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga