Mengembirakan! Kasus Covid-19 di Sinjai Turun, Larangan Mudik Harga Mati

Kepala BPBD Sinjai, Drs. Budiaman bersama Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik. /Ashari/AKURATNEWS
Kepala BPBD Sinjai, Drs. Budiaman bersama Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik. /Ashari/AKURATNEWS

AKURATNEWS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik menyebut bahwa resiko penyebaran Covid-19 di Sinjai, Sulawesi Selatan berada dalam zona kuning.

Zona kuning ini dianggap rendah, karena dari ribuan kasus Covid-19 sebelumnya terjadi, menurun hingga menjadi 32 kasus.

"Dilihat secara nasional yang ditampilkan website resmi Satgas Covid-19, Sinjai sudah zona kuning. Data ini pertanggal 4 Mei 2021," ungkap dr. Emmy kepada wartawan di Media Center Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu 5 Mei 2021.

Dia menjelaskan bahwa sesuai data pertanggal 5 Mei 2021, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sinjai sebanyak 2.789 kasus. Dari jumlah tersebut, 2.707 dinyatakan sembuh, tersisa atau kasus aktif sebanyak 32, suspek 9, dan meninggal 20 orang. Sedangkan specimen yang diperiksa sebanyak 10.805.

"Jadi yang 32 kasus aktif ini sedang menjalani isolasi mandiri. Tidak ada yang dirawat di RSUD maupun Hotel Sinjai, tempat perawatan pasien positif," jelasnya.

Sementara berdasar dari data Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Sinjai, kata Emmy, sejak 20 April hingga 4 Mei 2021, Sinjai sudah masuk zona hijau.

"Data-data ini diambil berdasarkan RT/RW, yang mana selama 14 hari terakhir tidak ada kasus baru. Itu artinya dengan zona ini, maka memungkinkan ada pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid atau tempat terbuka," ungkapnya.

Kendati jumlah kasus Covid-19 melandai, sambung Emmy, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas.

"Masyarakat tetap tidak boleh abai terkait penerapan protokol kesehatan. Mudah-mudahan ini yang harus kita jaga," harapnya.

Dalam pelarangan mudik diberlakukan, Emmy mengatakan bahwa yang bisa beroperasi dalam perlintasan wajib memiliki surat keterangan dari desa/kelurahan sebagai kebijakan.

"Screening dokumen perjalanan dari desa/kelurahan, begitupun ASN harus mendapat keterangan dari atasan dan di posko penyekatan dilakukan pemeriksaan kesehatan (tes suhu tubuh)," ujarnya.

Sementara Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sinjai, Budiaman menyampaikan bahwa penurunan kasus di Sinjai hingga menjadi zona kuning sangat menggembirakan.

"Tapi jangan kendur dan terlena, jangan sampai abai terkait protokol kesehatan, karena bisa meningkat lagi statusnya. Harus semangat menjaga protokol kesehatan agar kasus terus turun," katanya.

Budiaman yang juga selaku Kepala Badan Penanggulangan Bemcana Daerah (BPBD) Sinjai mengungkapkan bahwa untuk pelaksanaan penyekatan posko peniadaan mudik akan diperketat.

"Bagi pelaku yang akan mudik ditegaskan untuk putar balik, karena tidak diperkenankan mudik di Kabupaten Sinjai, itu harga mati, kecuali pelaku pelintas yang dilengkapi dokumen," tegasnya.

"Bukan berarti dengan zona kuning ini, kita melakukan pelonggaran-pelonggaran, namun pemerintah ataupun tim Satgas tetap melakukan upaya pencegahan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19," tambah Budiaman.

Penulis: Ashari

Baca Juga