Opini

Mengenal Ekonomi Neoliberalisme

Andi Nur Muwafiqah Takwa
Andi Nur Muwafiqah Takwa

Akuratnews.com - Berbicara tentang konsep neoliberalisme, nah konsep neoliberalisme itu berangkat dari konsep yg dari dulu pernah ada yakni liberalisme, ini adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam Liberalisme.
Munculnya istilah ini berkaitan dengan lahirnya semangat baru terhadap paham-paham Liberalisme.

Pengertian Neoliberalisme

Neoliberalisme secara harfiah terdiri dari Neo dan liberalisme yang berarti liberalisme baru atau liberalisme gaya baru.ini adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Jadi Neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam liberalisme.
Dalam bukunya ‘A Brief History of Neoliberalism,’ David Harvey (2005), mengatakan, neoliberalisme adalah paham yang menekankan jaminan terhadap kemerdekaan dan kebebasan individu melalui pasar bebas, perdagangan bebas, dan penghormatan terhadap sistem kepemilikan pribadi.

Sejarah Singkat Neoliberalisme

‌Neoliberalisme muncul setelah perang dunia 1, Awal mulanya aliran ekonomi liberal mulai terkenal di Eropa saat Adam Smith dan beberapa orang lainnya menganjurkan penghapusan campur tangan pemerintah dalam urusan ekonomi. Kata mereka perdagangan bebas adalah cara terbaik agar ekonomi sebuah negara bisa berkembang, ide semacam ini disebut liberal karena bebas tdk ada kontrol sama sekali, Setelah di praktekkan di Amerika pada 1800-1900 yg mana pasar ekonomi pada saat itu tidak menuai sukses.

Ketika itu di tahun 1930, perekonomian dunia terjerambat ke dalam depresi besar, kepercayaan terhadap sistem ekonomi pasar liberal merosot drastis, depresi terjadi dimana-mana karna banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan menyebabkan banyak pekerja menganggur, sehingga memunculkan kritik pada liberalisme. Dimasa itu Amerika sempat makmur dgn menjalankan kebijakan ekonomi ala Keynes yg berpendapat bahwa pemerintah seharusnya terlibat dalam ekonomi,, akan tetapi terjadi lagi krisis ekonomi, Kelemahan ekonomi liberalisme tersebut yang kemudian disadari maka membuat pakar ekonom Jerman yang dimotori oleh Rustow dan Eucken melakukan perubahan terhadap konsep ekonomi pasar, dimana gagasan kedua tokoh ini dibawah ke Chicago untuk dikembangkan lebih mendalam oleh Ropke, Simon, dan Friedman yang menjadi asal usul terbentuknya kerangka konsep ekonomi Neoliberalisme. Dalam penerapannya, sebelum itu konsep ekonomi neoliberalisme kalah dalam adu gagasan dengan konsep ekonomi negara kesejahteraan yang digagas oleh John Maynard Keynes dalam Konferensi Moneter dan Keuangan Internasional yang digagas oleh PBB di Bretton Woods, AS pada tahun 1194 yang bertujuan untuk mencari solusi terhadap kerentanan perekonomian dunia.
Namun, pada awal tahun 1980-an Neoliberalisme mulai mengambil alih kerangka ekonomi dunia, dengan ditandainya Reagen sebagai presiden AS dan perdana menteri Inggris Teacher terangkat pada tahun yang sama. As melakukan pengurangan subsidi kesehatan, Dan Inggris melakukan privatisasi BUMN secara massal.

Momentum emasnya terjadi pada akhir tahun 1980an dengan terjadinya krisis moneter secara meluas di Amerika latin. Departemen keuangan AS bekerja sama dengan IMF dan Bank Dunia merumuskan konsep ekonomi neoliberalisme dalam paket kebijakan konsensus Washington.
Dengan inti kebijakannya yaitu :

1. Pelaksanaan kebijakan anggaran ketat (salah satunya penghapusan subsidi)
2. Liberalisasi Sektor keuangan dan sektor perdagangan.
3. Privatisasi BUMN
(Stigliz, 2002 dijelaskan dalam buku revrisond Baswir Bahaya Neoliberalisme)
Dalam paket ini dapat kita analisa bahwa Indonesia saat ini telah berada dalam cengkraman Neoliberalisme.

Aliran Neoliberalisme

Ada dua jenis aliran teori neoliberalisme yang berkembang.
1. Ordo neoliberalisme Mazhab Freiburg dan
2. Neoliberalisme kelompok MPS

Aliran pertama yaitu Ordo Liberal

Ordo ini dikembangkan oleh para pakar dalam Mazhab Freiburg pada akhir abad ke 20.
para pakar ekonomi politik tersebut yaitu Wilhelm Ropke, Walter Eucken, Franz Bohm, Alexander Rustow, dan Alfred Muller-Armack. Mereka mulai mengembangkan gagasan ekonomi ini pada tahun 1928.

Sistem Neoliberalisme yang diusung Mazhab Freiburg ini, Konsepnya berupa sistem ekonomi bebas yang dijaga oleh berbagai regulasi pemerintah. Aliran ini disebut "ekonomi pasar sosial" diciptakan untuk mencegah konsentrasi kekuasaan ekonomi yang biasanya terjadi.

Aliran Kedua, yaitu Neoliberalisme kelompok MPS

Dimulai ketika tahun 1947, oleh Friedrich August Von Hayek. Para pakar tersebut diantaranya Milton Friedman, George Stigler, Karl Popper, Lionel Robbins, Wilhelm Röpke, Ludwig von Mises, Michael Polanyi, Salvador di Madariga serta Walter Euchen.

Tujuan mereka adalah untuk mempromosikan liberalisme ke suluruh dunia. Selanjutnya, mereka tergabung dalam kelompok pendukung neoliberalisme yang dinamakan “The Mont Pelerin Society” atau MPS. Kelompok ini menjabarkan neoliberalisme sebagai sebuah paham, dengan misi menyingkirkan peran pemerintah dalam segala urusan ekonomi dan menyerahkan urusan tersebut pada mekanisme pasar.
aliran yang kedua ini memiliki pandangan yang berbeda dari yang sebelumnya.
paham ini lebih dikenal sebagai aliran yang bertujuan untuk mengurangi campur tangan negara dalam ekonomi. Mereka menginginkan politik dan negara dilepaskan dari urusan ekonomi dan dibiarkan hanya pasar yang menjalankan sistem ekonomi dengan sendirinya.

Tujuan Utama Neoliberalisme

Tujuan utama ekonomi Neoliberalisme diantaranya yaitu:
1. Pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar.
2. Kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui.
3. Pembentukan harga pasar bukanlah sesuatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar yang dilakukan oleh negara melalui penerbitan undang-undang.

Point-Point Penting dari Neoliberalisme

Point-Point penting dari Neoliberalisme yang penting untuk dipahami yaitu :
1. Pasar sebagai penguasa.
2. Pemotongan belanja negara untuk pelayanan publik.
3. Deregulasi.
4. Privatisasi.
5. Penghapusan konsep kepentingan umum atau komunitas dan menggantinya dgn tanggung jawab individu.

*Penulis adalah: Kader PMII Rayon FEBI UINAM Cabang Makassar, Mahasiswa S1 Semester 5 Program Studi Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar

Baca Juga