oleh

Mengenal Koran Soeara Djawa, Suara Kaum Pekerja Jawa di Sumut

Medan, Akuratnews.com – Pameran se-abad surat kabar di Sumatera Utara (Sumut) yang digelar Pemprov Sumut dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 sejak 6 Februari 2019 di lobi kantor Gubsu Medan ternyata mendapat respon bagus dari masyarakat.

Pameran yang semula berakhir pada 9 Februari 2019 oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi diperpanjang hingga hari ini, Selasa (12/2).

Dari puluhan surat kabar lokal yang diterbitkan oleh berbagai etnis masyarakat Sumut ternyata ada satu koran yang terbit mewakili suara salah satu etnis pendatang yakni suku Jawa.

Dari informasi yang didapat di pameran tersebut koran Soeara Djawa yang diterbitkan di Medan oleh kaum Jawa terpelajar sejak 1916.

Dalam catatan sejarah, pada masa kolonial ribuan pekerja dari pulau Jawa didatangkan ke Sumatera Utara oleh pihak penjajah Belanda untuk bekerja diberbagai perkebunan yang ada di Sumatera termasuk Sumatera Utara.

Ribuan pekerja Jawa tersebut dulunya dikenal sebagai kuli kuli kontrak hingga tersohor istilah Jakon (Jawa kontrak) atau Jadel (Jawa Deli) dan sekarang lebih dikenal dengan Pujakesuma atau Putra Jawa Kelahiran Sumatera.

Di balik sebutan tersebut ternyata sejarah Sumatera Utara tidak terlepas dari peran serta para kuli kontrak masa lalu yang bekerja di perkebunan milik Belanda yang tersebar di wilayah yang berpenduduk terbesar Melayu dan Tapanuli tersebut.

Soeara Djawa diterbitkanū dua kali sebulan dengan pemimpin redaksinya masa itu K Manfun Atmodjo pengurus Boedi Oetomo Sumatra Timur. Lewat koran ini kaum terpelajar Jawa di Sumatera Timur menyuarakn aspirasinya membela kaum kuli kontrak jawa di perkebunan tembakau Deli.

Keberadaan koran Soeara Djawa dimasa itu tidak kalah pentingnya dalam perjuangan rakyat Sumatera Utara dengan surat kabar lainnya yang bersifat kesukuan maupun keagamaan.

Selain Soeara Djawa tercatat di pameran tersebut surat kabar Pandji Karo terbit di Kabanjahe pada 1920, Pustaha terbit di Sibolga pada tahun 1924. Kemudian surat kabar Matahari Indonesia’ di Medan tahun 1929, Surya terbit di Sibolga tahun 1932. Tjermin Karo terbit di Binjei tahun 1924, Ikhtiar Porsea tahun 1936, Sedar terbit di Medan tahun 1930 yang diterbitkan oleh kaum terpelajar Jawa di Sumatera Utara.

Dari amatan Akuratnews.com, antusias masyarakat untuk menyaksikan pameran seabad surat kabar di Sumut tersebut menunjukkan besarnya keingintauan masyarakat terhadap sejarah pers masa lalu di Sumut.

Tidak hanya para Aparatur Sipil Negara dan insan pers saja, kaum pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum juga menunjukkan animonya terhadap pameran ini.

Soeparno (55), warga Jawa yang berdomisili di Medan Marendal kepada Akuratnews.com menyebutkan bahwa dengan adanya surat kabar Soeara Djawa dan Sedar yang diterbitkan kaum Jawa terpelajar menunjukkan bahwa peranan keturunan Jawa di Sumatera Utara tidak bisa diabaikan.

“Dengan adanya surat kabar oleh kaum Jawa tersebut menunjukkan bahwa suku Jawa di Sumatera Utara ini ikut memberikan andil bagi perjuangan rakyat Sumut di masa lalu” ungkap Soeparno. (HSP)

Loading...

Komentar

News Feed