Mengintip Kekuatan Kapal Selam China, Seberapa Siap Hancurkan Kapal Induk AS?

Kapal Selam Nuklir China kelas Jin. (Foto Net)
Kapal Selam Nuklir China kelas Jin. (Foto Net)

AKURATNEWS - Muncul secara tiba-tiba dan mengejutkan lawan adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh Kapal Selam. Namun yang paling spektakuler adalah apa yang dilakukan oleh Kapal Selam China jenis Song, yang tiba-tiba muncul di sisi Kapal Induk Amerika Serikat (AS) Kitty Hawk.

Peristiwa ini jelas mengejutkan Kapal Induk AS yang tak bisa mendeteksi keberadaan Kapal Selam China. Padahal AS dikenal memiliki satuan tempur yang canggih.

Insiden ini seolah menampar kedigdayaan AS di lautan. Beberapa kali Angkatan Laut AS dibuat terkejut dan malu dengan aksi kapal selam China.

Baca Juga: Kapal Selam, Yuk Kita Kenali Sejarah dan Fungsinya

Dalam sejumlah kesempatan kapal selam Beijing tiba-tiba muncul di dekat kapal induk Amerika tanpa terdeteksi sebelumnya. Jelas menjadi pesan berbahaya bahwa kekuatan bawah air China tidak bisa dianggap remeh.

Kemunculan Tiba-tiba Kapal Selam China

Melansir situs nasional, insiden paling terkenal adalah insiden pada tahun 2006 ketika kapal selam Song tiba-tiba nuncul pada jarak yang masuk dalam jangkauan tembak dari kelompok tempur kapal induk USS Kitty Hawk.

Padahal kapal selam Song bisa dibilang merupakan kapal selam dengan kemampuan yang relative rendah. Itupun bisa menembus barisan kapal yang bergabung dalam kelompok tempur kapal induk.

Baca Juga: Kapal Selam TNI AL Hilang Kontak di Selat Bali

Dalam kasus lain pada Oktober 2015 lalu, kapal China juga dilaporkan “mengintai” kelompok tempur USS Ronald Reagan  yang akhirnya membunyikan lonceng alarm di antara pejabat pertahanan Amerika.

Jika menilai seberapa besar kemungkinan Kapal Selam China dapat menemukan dan melacak kapal induk Amerika serta mampu merusak atau menenggelamkan flattop.

Mengenai kemungkinan kapal selam China mampu menemukan kapal induk Amerika Peter Howarth menegaskan dalam bukunya China Rising Sea Power: The PLA Navy Submarine Challenge (Routledge, 2006, hal 103..) Bahwa dalam hal terjadi kontingensi Taiwan.

Tentu saja Angkatan Laut China yang paling utama akan mengerahkan SSK yang tenang untuk mengintai chokepoints antara rantai pulau sepanjang Asia Timur dan berbaring di landas kontinen menunggu kapal induk yang melakukan perjalanan ke daerah semi-tertutup di pantai China.

Kemajuan A2 atau AD China diterbitkan setahun sejak studi diterbitkan yang berarti bahwa kapal induk AS akan enggan untuk beroperasi di “daerah semi-tertutup di lepas pantai China,” yang merupakan area di dalam atau di sekitar Rantai Pulau Pertama . Dengan demikian, mereka cenderung untuk beroperasi di luar itu yakni di sekitar Laut Filipina.

Kendati demikian, kekuatan kapal selam China, meski jumlahnya banyak harus bekerja keras untuk bisa menemukan kapal induk Amerika  mengingat luasnya area. Terlebih dalam hal kapal induk, Amerika sangat sulit ditandingi.

Plattfrom ini telah menjadi simbol kekuatan Amerika dengan mengusung puncak-puncak teknologi militer. Kapal induk bertenaga nuklir adalah ekspresi jelas dari kekuatan militer Amerika. Tidak ada sistem tempur lain yang dimiliki Amerika yang mampu memberikan begitu banyak pukulan ofensif selama berbulan-bulan secara terus menerus tanpa memerlukan pangkalan darat kecuali platform ini.

Kekuatan Angkatan Perang China

Namun begitu, jika melihat kekuatan angkatan Perang China, kekuatan China dilautan sudah dalam tahap mengkhawatirkan AS.

Melansir Reuters, diketahui, Wakil kepala operasi Angkatan Laut untuk kemampuan dan sumber daya AS Laksamana Joseph Mulloy mengatakan kepada Komite kekuatan laut Angkatan Bersenjata Cina juga sedang memperluas wilayah operasi kapal selamnya dan jangka waktu operasi.

Sebagai contoh, Cina telah tiga kali menempatkan kapal selamnya di Samudera India. Penempatan kapal tersebut berlangsung selama 95 hari di laut.

"Kami tahu mereka sedang bereksperimen. Mengingat operasi tersebut, Cina jelas ingin berada dalam dunia kapal selam yang maju," ujar Mulloy, Februari lalu.

Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat militer AS makin vokal menanggapi kemajuan militer Cina. Mereka mendesak agar teknologi militer AS tetap berada di depan Cina dan Rusia.  Mulloy mengatakan kualitas kapal selam Cina lebih rendah dibandingkan dengan milik AS. Namun, ukuran kapal selam Cina melebihi milik AS.

Dalam laporan tahunannya kepada kongres mengenai militer Cina dan perkembangan keamanan, Pentagon mengatakan Cina memiliki 77 kapal tempur utama permukaan, lebih dari 60 kapal selam, 55 kapal amfibi besar dan menengah, dan sekitar 85 kapal kecil yang dilengkapi rudal.

Mulloy tidak memberikan rincian tentang jumlah kapal permukaan yang sekarang dioperasikan Cina. Ia mengatakan militer AS tidak percaya Cina membawa rudal nuklir di kapal selam. Namun, Cina telah memproduksi rudal dan mengujinya dan perkembangan militer China dengan segala kemampuannya bisa disebut sudah menyaingi kekuatan militer AS, terutama di lautan.***

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Ahmad Ahyar

Baca Juga