Mengunjungi Pasar Unik, Pasar Karetan

Pasar Karetan
Pasar Karetan

Kendal, Akuratnews.com - Pasar Karetan merupakan sebuah destinasi wisata yang berlokasi di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Pasar yang bertema kuliner, alam dan budaya ini lokasinya mudah dijangkau hanya sekitar 50 menit dari pusat kota Semarang. Walaupun lokasi pasar ini berada di tengah hutan karet pasar ini tetap bisa dijangkau.

Pasar Karetan hanya buka setiap hari minggu, pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang. Sesuai dengan Namanya pasar ini terletak di rimbunnya pohon – pohon karet. Pasar Karetan ini digagas oleh kaum muda, yakni masyarakat sekitar yang tergabung dalam Raja Pendapa dan Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Jateng.

Keunikan Pasar Karetan

Banyak keunikan yang ada pada tempat ini, selain berada di rimbunnya pohon karet pasar ini masih bertemakan tradisional dihiasi dengan berbagai hiasan warna warni, gubuk – gubuk kayu, para pedagang menggunakan baju khas jawa lengkap dengan blangkonnya, setiap sudut dari pasar ini selalu menjadi spot – spot selfie yang menarik. Di pasar ini juga disediakan panggung mini, ada juga berbagai jenis mainan tradisional seperti bakiak, egrang, ayunan, dll. Mengunjungi tempat ini Bersama kerabat ataupun keluarga pasti akan membuat kita berada pada tempo dulu.

Yang paling unik dari pasar ini adalah alat pembayarannya, dipasar ini hanya berlaku uang koin kayu khusus yang bernama girik sebagai alat pembayarannya. Sebelum memasuki pasar ini segeralah menukarkan uang anda dengan koin girik, karena dipasar ini tidak ada alat pembayaran yang digunakan selain koin girik ini. Ada bisa menukarkan Rp 2.500, Rp 5.000, dan Rp 10.000 dan menggantinya dengan 2,5 , 5 dan 10 koin girik. Setelah menukarkan uang kita dengan koin girik, barulah kita bisa dapat berburu kuliner di Pasar Karetan.

Berburu kuliner

Berbagai kuliner di tempat ini cukup beragam jenis makanan tempo dulu mulai dari camilan seperti tiwul, gethuk, gemblong, klepon dan masih banyak yang lainnya, selain itu makanan berat seperti pecel, sate diwul, dan sebagainya juga tersedia di Pasar ini. Tiap gerai makanan akan menghidangkan makanan dengan alat makan tradisional seperti kayu rotan, daun pisang, bathok kelapa, dan poci tanah liat. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan plastic dan sterofoam dan menggantinya dengan bahan yang ramah lingkungan. Soal harga tidak usah diragukan lagi, harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Pada setiap standnya kita akan menjumpai penjual yang akan menyambut kita dengan ramah.

Baca Juga