Mengupas Kemampuan Anak Negeri Mengelola Energi

Direktur Utama PT. Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati. JTE merupakan perusahaan bidang energi di bawah bendera Plat Merah, yang memiliki kemampuan dalam membangun EBT di tanah air.

Jakarta, Akuratnews.com - Beberapa waktu lalu Pemerintah Indonesia telah menandatangani akta kesepakatan dengan perusahaan Australia untuk mengembangkan energi terbarukan guna mendukung industri hijau. Kerjasama ini tentu menjadi tanda tanya besar, bagaiamana kamampuan Anak bangsa melalui perusahaan-perusahaan yang ada turut ambil bagian dalam pengembangan energi di tanah air.

Jika menilik keberadaan bidang usaha energi yang ada di tanah air cukup banyak walaupun tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan usaha-usaha retail dan Food and Baveradges. Namun, keberadaan bidang usaha energi tentu membutuhkan kemampuan spesifik dalam mengembangkan potensi yang ada.

Ketergantungan konsumsi negara Indonesia yang tinggi terhadap energi fosil bisa menjerumuskan Indonesia ke jurang defisit energi. Hal ini dikarenakan, pertumbuhan konsumsi energi terutama minyak dan gas tidak diikuti dengan peningkatan produksi sumber energi itu sendiri.

Kini produksi migas nasional justru terus menurun seiring dengan cadangan yang menipis dan minimnya kegiatan eksplorasi. Menurut data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan terbukti minyak sebesar 3,6 miliar barel dengan tingkat produksi 288 juta barel per tahun diperkirakan habis 12 tahun lagi.Sedangkan cadangan gas sebesar 98 triliun kaki kubik (tcf) akan habis dalam 33 tahun ke depan jika rata-rata produksi tahunan 3 tcf.

Jika melihat dari nilai geografis yang dimiliki Indonesia, dapat ditemui sumber energi terbarukan yang bisa dikembangkan untuk ketahanan energi masa depan. Namun sayangnya, potensi energi ini belum banyak dimanfaatkan. Data menunjukkan, dari total energi terbarukan sebanyak 443.208 megawatt (MW), pemanfaatannya baru 8.216 MW. Padahal pemerintah menargetkan kontribusi energi terbarukan bisa mencapai 23 persen dalam bauran energi primer 2025.

Salah satu energi terbarukan yang layak dikembangkan adalah energi surya. Berdasarkan data dari Dewan Energi Nasional, potensi energi matahari di Indonesia mencapai rata-rata 4,8 kilowatt hour (kwh) per meter persegi per hari, setara 112.000 GWp jika dibandingkan dengan potensi luasan lahan di Indonesia atau sepuluh kali lipat dari potensi Jerman dan Eropa.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga