Mengupas Kemampuan Anak Negeri Mengelola Energi

Direktur Utama PT. Jasa Tirta Energi Dr. Etty Susilowati. JTE merupakan perusahaan bidang energi di bawah bendera Plat Merah, yang memiliki kemampuan dalam membangun EBT di tanah air.

Potensi energi matahari di Indonesia mencapai rata-rata 4,8 kilowatt hour (kwh) per meter persegi per hari, setara 112.000 GWp

Namun hingga saat ini, kapasitas yang tersalurkan dari instalasi yang terpasang baru 30 megawatt (MW). Kurang dari satu persen dari total potensi di seluruh Indonesia.

Dengan besarnya rata-rata potensi energi matahari di Indonesia, sudah selayaknya pengembangan pembangkit Iistrik tenaga surya (PLTS) menjadi prioritas. Teknologi PLTS telah mengalami kemajuan yang pesat, eflsiensi panel yang semakin tinggi dan biaya investasi yang semakin murah dapat menjawab tantangan penyediaan energi yang merata di negara kepulauan, Indonesia.

Sebagai perusahaan anak bangsa di bawah bendera Jasa Tirta I, PT Jasa Tirta Energi JTE melihat potensi yang besar ini, dikaitkan dengan kesempatan yang diberikan saat ini baik dari sisi tata aturan hingga kepercayaan kemampuan sangat tertarik untuk berkontribusi dalam mengembangkan EBT.

"Kami telah membangun dan mengembangkan potensi air menjadi PLTM berkapasitas 1,3 MW yang berlokasi di Kab. Blitar Jawa Timur dan bekerja sama dengan PT. PLN, mengembangkan pengadaan EBT," ujar Direktur Utama JTE Dr. Etty Susilowati, dalam sebuah kesempatan.

Menurut hematnya, ada delapan potensi energi yang bisa dikembangkan terkait dengan energi terbarukan, baik sifatnya di tingkat daerah ataupun tingkat nasional, antara lain, Biofuel, Biomassa, Panas Bumi, Energi Air, Energi Surya, Energi Pasang surut, Energi Ombak, dan Energi Angin.

"Namun, untuk saat ini yang menjadi kendala adalah peraturan regulasi yang berubah-ubah. Padahal jika ditilik kebutuhan EBT di Indonesia masih tergolong besar, dan salah satu keuntungannya adalah tidak menghasilkan limbah yang dapat mengganggu atau mencemari lingkungan sekitar," ungkapnya.

"Hampir setiap pulau di Indonesia yang membutuhkan pengembangan EBT, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan," tambahnya.

Dr. Etty mengatakan, kemampuan teknis dan pengalaman menjadi nilai dalam kepercayaan. Untuk itu, walaupun terbilang baru pihaknya telah mendapat kepercayaan sejlah pihak dalam pengembangan potensi energi di tanah air.

"Kami telah membangun dan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 1,3 MW yang berlokasi di Kab. Blitar Jawa Timur," imbuhnya.

Untuk itu dirinya menekankan, dengan semakin menipisnya kekayaan alam yang telah digunakan oleh berbagai industri, maka percepatan pengembangan EBT harus segera direalisasikan.

"Kami berharap, dalam mencapai pengembangan potensi EBT di tanah air, peraturan regulasi yang selalu mendukung percepatan pengembangan EBT. Selain itu, tentu dengan merealisasikan target pemerintah terkait pengembangan EBT. Memproduksi komponen dalam negeri, memperkenalkan produk-produk dalam negeri, mensejahterakan bangsa dalam negeri dan mendapatkan porsi yang besar terkait potensi pengadaan EBT," paparnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga