Menikmati Malam Romantis di Pasar Jaten Kampung Jawi

Semarang, Akuratnews.com - Ketika memasuki kawasan Gunungpati, maka tidak asing lagi dengan Pasar Jaten yang di mana disana terdapat kuliner makanan tradisional seperti seperti jamu seduh, sego pecel pincuk, sop ndoro ayu, es campur sari, jagung godhok, sego kluban, hingga beberapa jenis wedangan.

Beberapa kuliner makanan tradisional di perjualbelikan, bahkan pasar jaten tersebut mempunyai ciri khas yaitu adanya Menara Gepeng yang terbuat dari berbagai bambu yang dirakit seperti menara.

Kampung Jawi ini di pelopori oleh Bapak Siswanto yang merupakan seorang pemerhati budaya, beliau ingin mengangkat desanya untuk menjadi sebuah kampung tematik yang sesuai dengan program pemerintah Kota Semarang. Kemudian ide ini ia kembangkan kembali menjadi sebuah pasar yang bisa di nikmati oleh masyarakat sebagai kampung wisata.

Bagi kalian yang ingin merasakan berbagai makanan tradisional khas Semarang, tidak perlu khawatir mencari tempat makan yang asyik buat nongkrong. Kalian bisa datang aja langsung ke Pasar Jaten yang terletak didesa Kalialang (Kampung Jawi), yang di gelar setiap hari mulai pukul 18:00- 23:00.

“Kenapa bisa disebut dengan Kampung Jawi?. Menurut saya jika kampung ini deberi nama Kampung Jawa maka yang ada dibenak saya itu hanyalah sebuah suku atau ras akan tetapi jika diberi nama Kampung Jawi maka yang ada dibenak saya adalah saya ingin menonjolkan dari budipekerti dari filosofi dari kata ‘jawi’ tersebut.” Ucap Pak Siswanto ketua Panitia Kampung Jawi. Tema dari Pasar Jaten ini adalah tradisional.

Pada tahun 2016/2017 bapak walikota semarang datang ke desa kalialang dan berinisiatif untuk menjadikan kampung Kalialang ini menjadi kampung tematik (kampung jawi).

Pada tahun 2016 proses pembangunan pasar jaten, lalu baru diresmikan pada Minggu (25/2/2018) oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi ini yang mengusung tema adat Jawa. Pengunjung Pasar Jaten ini tidak hanya dari warga sekitar, akan tetapi ada yang dari luar kota seperti, Bogor, Bandung, Sragen, dan kota lainnya. Ketua penylenggara Pasar Jaten ini mengatakan bahwa “sebelumnya hanya ada satu lapak angkringan untuk jualan, disini mereka dilarang publikasi terlebuh dahulu, karena saya ingin mengajak beberapa komunitas orang asing untuk berkunjung kesini. Nah beberapa waktu berikutnya baru diizinkan untuk publikasi melalui media sosial, seperti fb, ig, twitter dan web.” Ucapnya. (Kamis, 5/12/2019)

Setiap malam ada hiburan yang ditampilkan di pasar Jaten ini untuk menghibur para pengunjung, seperti angklung, kroncong, solo orgen yang dimana di sana hanya menyediakan panggung dan sound. Namun seiring berjalannya waktu, Kampung Jawi menjadi tempat wisata edukatif untuk mengenalkan budaya Jawa. Beberapa sekolahan dan mahasiswa asing juga, mulai berdatangan untuk belajar budaya Jawa di Kampung Jawi.

Baca Juga