Meninggal Karena Covid-19, Nasabah Asuransi Ini Ditolak Klaimnya

AKURATNEWS - Di masa pandemi Covid-19 ini banyak warga yang yang meninggal dunia. Dan bagi ahli waris yang memiliki asuransi jiwa pun mengajukan klaim meninggal ke perusahaan asuransi.

Hal yang sama dialami ahli waris Hendra Liong yang meninggal karena Covid-19. Ahli waris pun mengajukan klaim asuransi ke Panin Dai Chi Life.

Namun jawaban dari Panin Dai Chi sangat mengejutkan, surat penolakan yang berisi alasan bahwa tertanggung dianggap tidak jujur dan tidak menyebutkan di Pengajuan Polis Asuransi Jiwa (PPAJ) bahwa sebelumnya di 2019 Hendra pernah menderita penyakit batu ginjal.

Dengan alasan dianggap tidak jujur itulah, maka klaim meninggal ditolak Panin Dai Chi. Para ahli waris yang sudah jatuh di timpa tangga segera menghubungi LQ Indonesia Lawfirm dan memberikan kuasa untuk kepengurusan.

Advokat di LQ Indonesia, Pestauli Saragih, S.Kom, SH mengatakan,  indakan perusahaan asuransi yang sembarangan mengambil premi dan menolak klaim dengan alasan tidak jujur sangat tidak adil dan dapat didugakan pelanggaran terhadap UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen di pasal 18 yaitu Larangan pada Klausula Baku, di mana perusahaan asuransi tidak boleh membuat klausula baku yang bersifat mengurangi dan menghilangkan manfaat.

"Sehingga alasan dengan tidak menyebutkan pernah ada baru ginjal, membuat klaim meninggal tidak dibayarkan, merupakan klausula yang melanggar UU Perlindungan Konsumen." ujar Pestauli di Jakarta, Selasa (30/11).

Dikatakannya, perlu diperhatikan bahwa perusahaan asuransi di awal membuat klausula baku secara konsensual dengan maksud mengambil dulu uang konsumen, tanpa mau repot mengecek kesehatan tertanggung, padahal jika mau perusahaan asuransi dapat mengakses riwayat kesehatan tertanggung dan menolak di awal pengajuan apabila menurut perusahaan asuransi tertanggung tidak layak diasuransikan.

"Tetapi perusahaan asuransi sengaja mengambil celah tersebut, menerima pembayaran premi di awal dan menolak klaim di belakang, dengan alasan ada informasi yang tidak dibuka jujur oleh tertanggung. Logika saja apa hubungan batu ginjal dengan Covid -19? Rumah sakit sudah mengecek dan penyebab kematian karena Covid -19, di uji dengan tes PCR yang hasilnya positif. Covid-19 disebabkan oleh virus, bukan batu ginjal. Apalagi batu ginjal tersebut sudah di laser dan sudah hilang sebelum pengajuan polis asuransi. Jadi alasan penolakan klaim menurut kami mengada-ada dan tidak sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen. Nanti hal seperti ini akan membuat hilang kepercayaan masyarakat." ujar Saragih.

Ditambahkan Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi, pihaknya menyarankan masyarakat  segera menghubungi cabang LQ terdekat jika terjadi penolakan klaim dan masalah asuransi lainnya. Advokat-advokat LQ Indonesia Lawfirm yang paham asuransi dan hukum keuangan bisa membantu korban oknum perusahaan asuransi yang klaim sahnya tidak dibayarkan perusahaan asuransi.

"Tidak semua lawyer mengerti hukum asuransi, LQ Indonesia Lawfirm punya expertise di bidang keuangan dan asuransi serta pidana, jadi langsung ke ahlinya agar bisa mendapatkan solusi. Jangan buang-buang waktu," ujar Sugi.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga