Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kadis Frans Pantau Langsung Ujian Akhir Sekolah Tingkat SMP Kabupaten Manggarai

AKURATNEWS - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiskus Gero meninjau langsung pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah tingkat SMP Jumaat, 22 April 2022.

Dalam pengawasan ini, Kadis Frans memilih SMPN 1 Langke Rembong sebagai tempat yang dikunjungi. Menurutnya, pantauan langsung ini bermaksud memonitoring dan mengawasi guna memastikan pelaksanaan ujian tingkat SMP berjalan dengan baik.

"Saya harus hadir di sekolah-sekolah. Guna memastikan pelaksanaan Ujian berjalan dengan baik. Sehingga saya bisa mengetahui perkembangan dan kondisi langsung di lapangan, agar menjadi bahan evaluasi ke depan", tegasnya di hadapan Kepala Sekolah SMPN 1 Lanke Rembong.

Situasi Pelaksanaan Ujian SMPN 1 Langke Rembong. Metode Ujian Berbasis Android ||Aristo||Akuratnews

Dia melanjutkan, pengawasan ini bentuk komitmen dirinya sebagai orang pertama yang bertanggungjawab atas masalah pendidikan. Menurutnya untuk mengetahui masalah, kita mesti harus turun kelapangan. Apalagi dijelasnya, ujian kali ini menggunakan dua metode. Metode ujian berbasis kertas pensil atau dan metode ujian berbasis android.

"Tentu banyak persoalan Pendidikan di Kabupaten Manggarai yang harus kita benah. Karena itu kita mulai pelan-pelan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Harus ada kerjasama dari semua pihak. Mulai dari penataan Infrastruktur sekolah, kualitas SDM Guru hingga kebiasaan untuk memulai dengan teknologi" terangnya.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi SMP Negeri 1 Langke Rembong, yang telah sukses melaksanakan Ujian dengan menggunakan Metode Ujian berbasis Android.

"Saya mengapresiasi SMPN 1 Langke Rembong, karena suda nampak perubahan. Saat ini sekolah-sekolah disarankan untuk menggunakan sistem berbasis digital. Ini sudah luar biasa karena itu tingkatkan" ungkap ketua PA GMNI Manggarai ini.

Menanggapi kunjungan ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Langke Rembong Adrianus Ndiri Lirik menjelaskan SMP Negeri 1 Langke Rembong baru pertama kali melaksanakan Ujian berbasis android. Menurutnya sama sekali tidak ada hambatan.

"Tidak ada hambatan dalam pelaksanaan Ujian kali ini semua lancar. Karena mereka sudah cerdas. Apalagi kami suda melakukan simulasi sebelumnya menggunakan metode ujian berbasis android dan berhasil "tegas Ardi.

Usai berkunjung di SMP Negeri 1 Langke Rembong, Kadis Frans bertolak Ke SMP Negeri 11 Ruteng, Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Dalam pantauan ini, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut turut hadir pula. Mereka di sambut langsung oleh Kepala Sekolah, Kepala Desa Bea Kakor, serta guru-guru dalam nuansa adat Manggarai.

Setiba di lokasi, Wakil Bupati Heri Ngabut bersama Kadis PPO Manggarai langsung melihat langsung pelaksanaan Ujian. Wakil Bupati Heri mengambil momen itu untuk berkomunikasi dengan murid dan para guru. Bahkan melihat langsung kondisi Gedung SMPN 11 Ruteng yang sangat memprihatinkan.

Pelaksanaan Ujian SMPN 11 Ruteng. Dengan Metode Ujian Berbasis Pensil Kertas.||Aristo||Akuratnews

Wakil Bupati Heri menjelaskan Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan fasilitas gedung sekolah. Menurutnya tahun 2022 akan di bangun tujuh ruangan untuk SMPN Negeri 11 Ruteng.

"Tentu pemerintah tidak diam. Melihat kondisi sekolah ini yang masih meminjam ruangan SDI Bea Kakor, menjadi tugas kami berupaya secepatnya untuk pembangunan gedung baru tahun ini" tegasnya.

Wakil Bupati Heri menambahkan pentingnya kesadaran kolektif serta keterlibatan semua orang dalam memajukan mutu Pendidikan di Kabupaten Manggarai. Menurutnya, Kepala Sekolah, Guru, masyarakat mempunyai peran dan tanggungjawab bersama.

"Kepala sekolah, guru dan masyarakat sama-sama berperan penting dalam kemajuan pendidikan. Kami tidak bisa berjalan sendiri" tuturnya.

Wabup Heri Ngabut, Tengah Bersama Kadis PPO Manggarai Sedang Berdiskusi Dengan Kepala SMPN 11 Ruteng. ||Aristo||Akuratnews

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Ruteng Yasintus Ratu, berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai secepatnya untuk merealisasi rencana pembangunan ruangan kelas baru. Menurutnya Fasilitas sekolah sangat berpengaruh pada proses belajar. Sebab selama ini, kami selalu meminta fasilitas SD dalam proses belajar mengajar.

"Berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai realisasikan pembuatan gedung baru. Sehingga SMPN 11 Ruteng miliki ruangan sendiri. Tidak lagi meminjam gedung SDI Bea Kakor, agar proses belajar mengajar bisa nyaman, aman, dan efisien" tegasnya.

Diketahui, pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP kabupaten Manggarai berlangsung tanggal 19-23 April 2022. Dengan Menggunakan Dua Metode. Pertama, ada 69 Sekolah dengan metode ujian berbasis kertas pencil, dan 11 Sekolah metode ujian berbasis android. Jumlah siswa SMP yang ikut dalam Ujian Nasional 8.134 siswa.***

Penulis: Aristo Waku
Editor: Ahmad Ahyar

Baca Juga