Mensos RI Datangi Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Surabaya

AKURATNEWS - PI (14) anak disabilitas di Surabaya yang menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri, mendapat perhatian dari Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, langsung mendatangi rumah korban di Kecamatan Tambaksari Surabaya, dan mencoba untuk berkomunikasi langsung.

"Sebenarnya sudah ditindak lanjuti sama pak Wali Kota, cuman saya hanya ingin memastikan lagi. Pas saya coba ajak bicara, ternyata dia ga bisu. Saya tadi coba bilang 'ibu', dia bisa menirukan kata saya," ungkap Risma, Rabu (29/6/2022).

Mantan Walikota Surabaya ini mengungkapkan, sebagai wujud perhatian Kemensos, nantinya PI akan diberangkatkan ke kota Solo untuk mendapatkan pelatihan usaha, sembari diajarkan juga untuk membaca dan menulis. Selain itu, dia akan didampingi jajaran Pemkot Surabaya dalam hal trauma healing.

"Latihannya macam-macam, tergantung passionnya dia. Ada pilihan makanan, kerajinan tangan, menjahit atau yang lainnya untuk kelangsungan masa depannya," ungkapnya.

Korban yang mengalami gangguan pada indera pendengarannya itu, sudah diberikan alat bantu dengar, agar ia lancar dalam komunikasi. Hal ini dilakukan, supaya nantinya anak tersebut dapat menjadi mandiri dan dapat mengejar impiannya.

"Pokoknya yang paling penting itu gimana dia bisa mandiri. Dengan alat bantu dengar, mininal bisa menjadi cara dia untuk membela diri. Soalnya juga banyak orang disabilitas yang tidak bisa membela diri, sehingga tertimpa musibah seperti ini," lanjut Risma.

Selain pelatihan dan trauma healing bagi korban, orang tuanya juga akan diberikan modal usaha untuk membuka bisnis ayam geprek.

"Kita bantu mod untuk ibunya buka usaha ayam geprek," janji Risma.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajriatun mengaku, bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan pendampingan secara penuh terhadap korban.

"Untuk sekarang kami akan fokus trauma healing dan treatment alat bantu dengar. Setelah itu baru kami akan berangkatkan dia ke Solo untuk mendapatkan pelatihan usaha," aku Fajriatun.

Kendati demiikian, lantaran korban belum sempat menjalani pendidikan formal, maka di Solo nantinya ia akan diberikan pendidikan oleh Pemda dan Kemensos.

"Nanti akan diajarkan di Balai Besar Solo. Kalau kemauan itu datang dari diri sendiri, Insyaallah hasilnya juga akan besar," tutup Anna.

Penulis:

Baca Juga