Menteri Agama Dorong Kemenag Yogyakarta Lahirkan Inovasi Dalam Program Kerjanya

Yogyakarta, Akuratnews.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendorong agar Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan dan melahirkan inovasi dalam program kerja selanjutnya.

“Kita dituntut melahirkan kreasi program yang lebih baik  dalam rangka merespon dinamika masyarakat,” ujar Menag saat memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Kerja Kantor Wilayah Kemenag DI Yogyakarta, Senin (10/07/17).

Menag menilai, di antara program yang penting untuk terus dikembangkan adalah ketahanan keluarga. Menurutnya, program ini riil, karena masalahnya ada di tengah kita. Ia menilai program suscatin dinilai sangat baik. Kemenag secara serius mendesain kurikulum yang lebih konferehensif untuk suscatin.

“Saya mengapresiasi Kanwil Kemenag Yogyakarta yang terdepan menjalankan program ini, khususnya di Kabupaten Sleman,” kata Menag.

Kepada peserta yang merupakan pimpinan di lingkungan Kanwil Kemenag Yogyakarta, Menag mengapresiasi kinerja ASN  Kemenag yang berkontribusi bagi citra kemenag.

“Kita harus membangun komunikasi yang baik, menghilangkan imej buruk bahwa berurusan dengan Kemenag selalu sulit. Untukmengiskis bahwa itu tidak benar, kita buktikan dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pelayanan berbasis elektronik. PTSP salah satu acara untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Menag.

Dalam arahannya, Menag kembali menegaskan tentang  fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dulu di kenal dengan istilah abdi negara, PNS, dan sekarang UU meneguhkan sebagai ASN.

Dikatakannya, aparatus adalah alat, sesuatu yang memiliki fungsi tanggung jawab atau tugas melindungi, menjaga, dan membela negara. Aparatur adalah alat yang dibentuk untuk melakukan perlindungan terhadap kepentingan negara, dan kita adalah aparatur sipil, selain aparatur militer dengan fungsi yang sama.

“Kita adalah orang yang terpilih, saya menggarisbawahi dengan sebutan yang terpilih adalah orang yang memperoleh kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan dan Negara. Kita ASN adalah orang terpilih yang memperoleh kehormatan itu,” kata Menag.

“Maka dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak agar bagaimana kita mensyukuri kemuliaan dan kehormatan ini, yang tidak semua orang mendapatkannya, dan kemuliaan ini tidak selamanya ada di tangan kita, karena suatu saat akan diminta kembali oleh pemberiNya. Maka manfaatkanlah kemuliaan ini dengan semaksimal mungkin untuk kepentingan organisasi dan masyarakat,” tutur Menag.

Menag juga mengajak ASN Kemenag untuk mengambil dan menagkap hikmah selama berpuasa yang terangkum dalam lima hal, yaitu; kejujuran, disiplin, keikhlasan, pengendalian diri, serta kepekaan sosial.

“Puasa mengajarkan agar sensitivitas terhadap realita sosial terus bisa ada pada diri kita sendiri, pada setiap tindakan dan prilaku kita,” ucap Menag. (Lukman)

Penulis:

Baca Juga