Menyuruh’ Tempatkan Keterangan Palsu, ASN Kemendikbud Terjerat Pidana

Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Selasa 7 Januari 2020 secara resmi menyerahkan tersangka M. Hafizurrachman Syarif kepada pihak Kejaksaan negeri Jakarta Selatan.
Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Selasa 7 Januari 2020 secara resmi menyerahkan tersangka M. Hafizurrachman Syarif kepada pihak Kejaksaan negeri Jakarta Selatan.

Jakarta, Akuratnews.com - Akibat dari perintah yang dilakukannya untuk menempatkan keterangan palsu dalam Akta Otentik, Dr. dr. M. Hafizurrachman MPH, ASN Kemendikbud, harus terjerat kasus hukum dalam tindakan pidana pemalsuan pasal 266 ayat (1) dan (2) Undang-Undang KUHP. Hafizurrachman, secara resmi diserahkan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa 7 Januari 2020, kepada pihak Kejaksaan negeri Jakarta Selatan.

Dengan diserahkannya tersangka H, ke pihak Kejari Jakarta Selatan, tersangka yang sebelumnya ditahan di Polda Metro Jaya resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk selanjutnya dititipkan di rutan Cipinang per 7 Januari 2020.

Penyandang dua gelar doktor tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polda Metro Jaya pada tanggal 5 Juli 2019 setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pemanggilan saksi hingga gelar perkara. Dimana pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya sebagai tindak lanjut laporan Amir Hamzah Dilaga dengan Laporan Polisi Nomor LP/4277/IX/2016/PMJ Dit-Reskrimum tanggal 5 September 2016.

Kronologis

Kasus yang menjerat H terjadi berawal pada tahun 1999 pelapor Amir Hamzah Dilaga dan tersangka Hafizurrachman bersama empat rekan lainnya mendirikan Yayasan Indonesia Maju dengan Akta No 1 tanggal 2 Juli 1999, dengan Notaris Drs. Andy A. Agus SH selanjutnya disebut YIMA 1999. Selanjutnya, pada tahun 2000 YIMA 1999 memperoleh Ijin Pendirian dan Penyelenggaraan STIKIM.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga