Pelabelan Kemasan Mengandung BPA

Meski Dirasa Lamban, Arzeti Bilbina Sampaikan Kabar Bahwa BPOM Akan Labeli Kemasan Plastik Mengandung BPA

AKURATNEWS - Ketua Umum Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) Roso Daras, mempertanyakan alasan BPOM lamban melakukan pelabelan pada galon guna ulang Polycarbonat (PC) dengan kode plastik No.7 dan kemasan plastik lainnya yang mengandung BPA.

Padahal tujuan pelabelan itu tak lain agar menjaga kesehatan bayi, balita dan janin pada ibu hamil sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.

Sudah menjadi pengetahuan umum, masyarakat awam sudah mengerti bahwa galon guna ulang yang terbuat dari polycarbonat dengan kode plastik No.7 jelas mengandung Bisphenol A alias BPA.

Masyarakat awam pun sebagian sudah paham tentang bahaya Bisphenol A. Di antaranya dapat menimbulkan kanker, gangguan hormon, gangguan syaraf dan lain sebagainya.

Akibat buruk yang ditimbulkan itu maksudnya untuk orang dewasa apabila secara terus menerus terpapar BPA. Bisa dibayangkan apabila hal itu mengena pada bayi, balita dan janin pada ibu hamil yang belum memiliki sistem detok. Belum sempurna sistem penyaring racun nya. Itu sebabnya mereka termasuk dalam kelompok usia rentan.

Roso Daras mengaku gembira, perjuangan JPKL yang  mengawali bersuara agar BPOM segera memberi label pada galon guna ulang agar tidak dikonsumsi bayi, balita dan janin mendapat dukungan dari banyak pihak.

"Paling tidak sekarang sudah banyak yang bersuara tentang betapa bahayanya BPA bagi bayi, balita dan janin pada ibu hamil. Saya mencatat dan memperhatikan ada beberapa organisasi yang merasa resah juga dan bahkan menghendaki kemasan plastik sebaiknya free BPA," ungkap Roso Daras.

Menurutnya, BPOM sudah  mempunyai pijakan yang kokoh untuk  memberi label pada kemasan galon guna ulang PC dengan kode plastik No.7 dan kemasan plastik BPA,  Pertanyaannya, kenapa belum juga melangkah untuk memberi label?

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga