Meski Pandemi Covid-19, DQ Takkan Pernah Berhenti Berbagi

Koordinator Aksi 1000 Kepedulian #bersamaDQlawanCorona, Fauzi (kanan) saat memberikan makanan dan minuman kepada Ojol dan bakul jamu.
Koordinator Aksi 1000 Kepedulian #bersamaDQlawanCorona, Fauzi (kanan) saat memberikan makanan dan minuman kepada Ojol dan bakul jamu.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Imbauan pemerintah kepada masyarakat, agar kumpul bersama keluarga di rumah melindungi diri dari pandemi virus Corona (Covid-19) yang tengah melanda negeri ini.

Nampaknya, ada sebagian masyarakat dari kalangan dhuafa' terpaksa tidak bisa mengindahkan imbauan itu, bukan lantaran mereka tidak patuh, namun lebih karena, desakan kebutuhan ekonomi keluarga.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Kemanusiaan dan Sosial "Dompet Qur'an Indonesia (DQ)" berempati untuk berbagi sedekah terhadap sesama sebagai wujud nyata program "Aksi 1000 Kepedulian #bersamaDQlawanCorona" yang dicanangkannya.

Hal itu sebagaimana dikemukakan Direktur DQ, Agung Heru Setiawan pada Akuratnews.com, Rabu (1/4/2020).

"Apa yang bisa kita lakukan melihat keadaan seperti itu? Ya, bersedekah. Bersedekah adalah amalan yang punya cakupan sangat luas. Termasuk, sedekah memberikan makanan kepada orang lain yang membutuhkan. Mengingat, sedekah itu amal ibadah yang disukai Allah swt," katanya.

Manfaat bersedekah, sambung Agung, tidak hanya dirasakan penerima, tapi juga pemberi makanan dan orang-orang di sekitarnya.

"Dalam Surat Al Maa'uun, ayat 1-7, Allah swt berfirman: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna," tuturnya.

Terpisah, Koordinator Aksi 1000 Kepedulian #bersamaDQlawanCorona, Fauzi menjelaskan, DQ tiada pernah berhenti berjuang membantu masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi sesulit apapun.

"Kita tahu, akibat wabah Covid-19 ini berdampak ekonomi melemah, perkantoran memperkerjakan karyawannya dirumah, sekolah diliburkan, pusat perbelanjaan, baik pasar atau mall tutup. Sementara, mereka (kaum dhuafa) ini kesehariannya bekerja mengandalkan orang lain untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya," ujar Fauzi.

Dia menambahkan, program aksi 1000 kepedulian ini, diharapkan dapat menggerakkan hati masyarakat untuk lebih rajin membantu dan menolong saudara kita yang membutuhkan.

"Perekonomian boleh melemah, namun semangat membantu sesama tidak boleh luntur. Semoga hidup ini lebih bermakna dengan berbagi kepada sesama," pungkas Fauzi tersenyum.

Baca Juga