Ironi Pelayanan Kesehatan Indonesia

Meski Wafat Saat Mengabdi di Pedalaman, Jenazah Mantri Patra Sempat Ditolak Karantina Bandara

Makassar, Akuratnews.com - Belum selesai 'beban' yang dipikul Mantri Patra. Sudah meninggal pun, jenazah petugas kesehatan yang wafat di tempat tugasnya di pedalaman Teluk Wondama, Papua Barat ini pun sempat ditolak pihak karantina bandara di Manokwari.

Usai mengetahui kabar meninggalnya Patra, pihak keluarga dengan segera meminta agar jenazah pemilik nama lengkap Patra Marinna Jauhari ini dipulangkan ke kampung halamannya di Palopo, Sulawesi Selatan.

"Keluarga besar inginnya jenazah di makamkan di Palopo, karena keluarga besar semua ada disana," tutur Eky Arisandi, kerabat Patra yang tinggal di Makassar seperti dilansir dari Grid.id, Senin (24/6).

Eky menuturkan, pihak keluarga telah menempuh berbagai cara untuk memulang jenazah Patra. Namun, hasilnya nihil.

"Dari Karantina Bandara yang ada di Manokwari menolak untuk dipulangkan," kata pria yang akrab disapa Arisandi ini.

Menurut pihak karantina, sambung Arisandi, berdasarkan aturan berlaku jenazah yang telah lama tidak dapat dipulangkan.

"Mayatnya sudah di formalin, harusnya kan awet yah bisa di pulangkan. Tapi ini tetap juga tidak bisa," sambung Eky.

Pihak puskesmas Naikire tempat almarhum bekerja sudah melakukan koordinasi namun juga tetap tidak diperbolehkan pulang.

"Kami berharap semoga ada perhatian dari pemerintah, keluarga ingin jenazah di pulangkan ke kampung halamannya," kata Eky.

"Kami juga mewakili pihak keluarga memohon untuk pihak-pihak terkait khususnya karantina bandara disana (Manokwari) agar memudahkan kepulangan jenasah karena ini permintaan yang sangat amat dalam dari pihak keluarga," sambung Arisandi.

Menurutnya, pekerjaan Patra yang mengabdikan diri di daerah terpencil harusnya di apresiasi.

"Apalagi ini dia meninggal dalam keadaan penugasan, kita harapkan ada perhatian dari pemerintah lah. Pengabdian ke daerah terpencil ini tidak semua orang mau, aksesnya juga tidak mudah dibutuhkan tenaga dan juga keikhlasan," pungkas Arisandi.

Penulis: rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga