Miftah Sunandar Dinilai Gagal Pimpin Kadin Depok, Berikut Penjelasanya

Ketua Kadin Depok priode 2016-2021 Miftah Sunandar
Ketua Kadin Depok priode 2016-2021 Miftah Sunandar

AKURATNEWS - Lima tahun pimpin Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Depok Miftah Sunandar dinilai gagal lantaran Kadin Depok dalam kondisi mati suri.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Gabungan Perusahaan Kontruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Depok Indra J Napitupulu saat tanggapi seputar Kadin Depok.

"Kondisi jasa kontruksi sudah menganggap gagal pak Miftah. Masa sekarang kita harus dukung calon yang gagal ", kata Indra di kantor Gapeksindo, Senin,(8/11).

Menurut Indra, figur kepemimpinan Miftah diketahui tak pernah libatkan para jajaran senior di Kadin Depok dalam sejumlah hal terkait kerja Kadin.

"Saya juga mendengar dari para sepuh di Kadin yang menyatakan selama kepemimpinan pak Miftah mereka tidak pernah diajak komunikasi, konsultasi dan pak Miftah seolah berdiri sendiri", ungkapnya.

Harusnya, masih kata Indra, cara mempimpin Kadin jelas bukan yang seperti itu lantaran Kadin itu merupakan wadah semua orang dalam berusaha.

"Nah kalau sudah seperti itu kan artinya dia 'Miftah' membatasi diri dan hanya kegiatan usaha pribadinya saja", katanya.

Lebih dari itu, informasi yang didapat kas Kadin jumlahnya juga sangat minim sekali. Bisa dibayangkan selama lima tahun. "Jadi bagaimana akan mengelola ribuan pengusaha", ujar Indra.

Lantaran itu, dia menanggap tidak adanya perhatian hingga kurun waktu lima tahun. Jumlah anggota Kadin juga diketahui hanya sekitar 150 orang anggota.

"Bahkan anggota yang aktif miliki kartu tanda anggota atau KTA Kadin di tahun 2020 jumlahnya hanya sekitar 40 orang", ujar Indra yang juga mengaku miliki KTA.

Padahal, lanjut Indra dalam aturan, Kadin wajib menggalang, memasukan, mengajak semua pengusaha di Kota Depok untuk menjadi anggota.

Indra juga berharap Kadin Provinsi Jawa Barat bisa mengeluarkan KTA bagi para calon anggota baru yang sebelumnya telah diajukan.

"Kalau perlu Kadin Jabar turun dan mengambil alih kendali di Mukota V Kadin. Tapi kalau Kadin tidak ingin diperbaharui dan dalam kondisi seperti ini saja berarti mati suri lagi", akunya.

"Dan kalau seperti itu yang diinginkan, saya Kadin Jawa Barat tak usah ngapa-ngapain", pukasnya.

Sementara, Miftah Sunandar menganggap penilaian tersebut tak sejalan dengan perjalanan Kadin Depok.

Sejauh ini Kadin telah memfasilitasi banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) salah satunya terkait permodalan.

"Kadin telah bekerjasama dengan seluruh perbankan di Depok terkait permodalan para UMKM. begitu juga sistim pembinaanya juga kami lakukan", kata Miftah kepada Akuratnews, Senin, (8/11).

UMKM, kata Miftah, juga telah tercatat di Kadin Depok dan jumlahnya lebih dari 900 usaha. Begitu juga dengan usaha jasa kontruksi.

"Jumlahnya tercatat ada 500 perusahaan. Sebanyak 45 perusahaan yang miliki KTA, total keanggotaan Kadin lebih dari 100 anggota", ujarnya.

Terkait hubungan Kadin dengan pihak Pemkot Depok, Miftah juga mengaku jika sejauh ini berjalan baik. "Setiap kegiatan kami juga turut dilibatkan. Termasuk juga upaya Kadin agar perijinan dipermudah karena adanya kerjasama dan upaya dari Kadin", jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Miftah, kepada para senior Kadin yang duduk sebagai pembina maupun penasehat, idealnya bisa aktif dan ikut berperan membangun Kadin yang lebih baik.

"Harusnya bisa lebih aktif dan mengarahkan kami para junior di Kadin", harapnya.

Prihal Mukota V Kadin, dia merasa optimis jika masih mendapat tempat dan kepercayaan dari para anggota dan kembali terpilih sebagai pemimpin Kadin Depok.

"Untuk itu jelas optimis meski saya pun tidak sempurna. Dan siapa pun yang menjabat, nanti bisa saling bergandengan tangan memmajukan Kadin dan Depok", tutupnya.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga