Milenial Golkar, Kubu Bamsoet Tak Kedepankan Etika Berpolitik

Jelang pelaksanaan Munas untuk menentukan Ketum Partai Golkar lima tahun ke depan, dinamika politik internal partai berlambang beringin ini sangat menegangkan.

Jakarta, Akuratnews.com - Ketegangan ini menurut milenial Golkar Pieter Febrian Ado Atmaja, dapat diperhatikan dari saling serang antar faksi pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto.

Menurut Pieter, kubu Bamsoet begitu apik menyulut perlawanan kepada ketua umum Golkar Airlangga, tanpa memperhatikan dan mengedepankan lagi etika-etika dalam berpolitik.

"Hasrat ingin berkuasa Bamsoet begitu menggelora, hingga membutakan mata dan hatinya. Bahkan kesepakatan Fakta Integritas yang awalnya dibuat dengan Airlangga, dimana Bamsoet harus mendukung Airlangga menjadi ketua umum dan Airlangga menjadikan dirinya Ketua MPR RI, pun dihianatinya." ujar Pieter kepada Akuratnews, Sabtu (30/11/2019).

Tidak hanya dihianati, Pieter bahkan menyebut jika Bamsoet membantah bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan untuk mendukung Airlangga.

"Ini adalah sebuah kedustaan politik yang sangat tidak baik untuk kader-kader dan masa depan partai Golkar." imbuh Pieter.

Menurut Pieter, sikap yang ditunjukkan Bamsoet seperti tadi, menunjukkan dia adalah orang yang memiliki cacat integritas.

"Dengan integritas yang cacat ia akan menghalalkan segala cara untuk berkuasa. Pribadi seperti ini sangatlah buruk, apa lagi untuk menjadi ketua umum partai sebesar Golkar, maka bukannya akan lebih baik tetapi partai ini akan semakin buruk pula." pungkasnya.

Pieter kembali menegaskan, untuk itu harus dicegah orang berkepribadian dengan integritas yang buruk seperti ini supaya Golkar tetap jaya.

"Untuk memimpin Golkar, begitulah cara kita merawat akal, dan memastikan Golkar tetap jaya." tutup Pieter.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga