Minat Siswa Masuk Sekolah Negeri Tinggi, Begini Respons Pemkot Depok

Depok, akuratnews.com- Minat para peserta didik di Kota Depok, Jawa Barat untuk bisa lanjutkan pendidikan di sekolah negeri sangat tinggi. Hal itu tergambar pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun 2019.

Dalam pelaksanaanya, PPDB di Depok tak luput dari kisruh hingga munculnya aksi protes massa dengan berunjuk rasa lantaran banyak calon peserta didik yang tak bisa masuk di sekolah negeri yang di favoritkan.

Selain sistem zona, minimnya jumlah sekolah negeri di Depok juga ditengarai jadi salah satu kendala para siswa tuk bisa bersekolah di negeri lantaran perbandingan antara usia sekolah dengan jumlah sekolah negeri masih terjadi ketimpangan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin tak menepis jika sampai saat ini jumlah sekolah negeri masih belum ideal dibandingkan usia sekolah.

"Saat ini jumlah sekolah negeri ada 13 unit gedung untuk SMA Negeri, 4 gedung SMK Negeri dan 26 gedung SMP Negeri. Jika dibandingkan dengan usia sekolah, memang masih belum maksimal", ujar Thamrin kepada akuratnewscom,Jumat,(12/7/2019).

Ia menjelaskan, Idealnya ditingkat Kelurahan minimal ada satu gedung SMPN dan tiap wilayah Kecamatan minimal bisa terbangun tiga sampai empat SMA Negeri atau SMK Negeri.

Untuk pengelolaan sekolah tersebut, lanjut Thamrin, sudah berada di tangan Provinsi Jawa Barat. "Untuk SMA Negeri dan SMK Negeri sejak Januari tahun 2017 menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Jabar", jelas Thamrin.

Menyikapi PPDB SMP Negeri di tahun mendatang, dirinya mengaku akan optimalkan jumlah ruang kelas yang lahanya masih dimungkinkan untuk di bangun.

Dirinya juga mentarget pada tahun mendatang pihaknya akan selesaikan persoalan SMP Negeri yang masih menumpang di sekolah lain.

"Tahun 2020, kami juga mengupayakan untuk menuntaskan pembangunan SMP Negeri yg masih menumpang di sekolah lain" tutur Thamrin.

Seperti diketahui, hingga sekarang di Depok masih terdapat tiga SMP Negeri yang masih menumpang belajar di sekolah lain lantaran belum miliki gedung sekolah. Tiga sekolah itu antaralain, SMP Negeri 21, 25 dan 23.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor: Redaksi

Baca Juga