Minta Kapolda Jabar Dicopot, Pernyataan Desmon Dinilai Tak Objektif

Desmond J Mahesa

Jakarta, Akuratnews.com - Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmon J Mahesa yang meminta Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya dinilai tak objektif dan tak cukup alasan karena ada aturan dan mekanisme yang harus dilalui.

Hal tersebut di ungkap oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia Kota Bandung, Rony S.R di Bandung, Selasa (17/12).

"Statement Desmond J Mahesa menurut saya merupakan sikap dan ucapan reaksioner yang emosional dan tidak melewati tahapan mekanisme dan prosedural yang ada dalam internal Polri," ungkapnya.

Ia juga mengungkap bahwa Desmond hanya berdasarkan rekaman video yang beredar dalam sosial media kemudian serta merta minta Kapolri agar Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya tidak menunjukan contoh sikap seorang wakil Rakyat yang baik.

"Desmond jangan hanya berdasarkan rekaman video yang tersebar di mess lalu serta merta minta Kapolda Jabar di copot alangkah lebih bijak bila minta untuk mengklarifikasi dan mengevaluasi terlebih dahulu sebelum memvonis seseorang harus di copot dari jabatannya," jelasnya.

Dia juga mengungkap jika Desmond mengetahui duduk perkaranya pasti akan memahami persoalan nya.

"Jika dia tau duduk perkara nya pasti akan memahami persoalan nya, apalagi penggusuran itu yang bertanggungjawab adalah walikota bandung bukan Kapolda," Katanya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa mengkritik keras cara kepolisian dan Satpol PP yang menggunakan kekerasan saat menggusur warga di Tamansari, Bandung, Jawa Barat.

Desmond menilai penggunaan kekerasan saat penggusuran mencoreng wajah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Desmond mengaku sangat marah dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa mengkritik keras cara kepolisian dan Satpol PP yang menggunakan kekerasan saat menggusur warga di Tamansari, Bandung, Jawa Barat.

Desmond menilai penggunaan kekerasan saat penggusuran mencoreng wajah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Desmond mengaku sangat marah dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

"Ada apa? Persoalannya polisi melindungi siapa? Melindungi pengusaha, pemerintahan dalam rangka penggusuran? Kalau itu wajah polisi rusak gitu loh. Dan saya protes keras ini khususnya kepada Kapolda Jawa Barat, ya Pak Rudi, berengsek itu orang," kata Desmond saat ditemui di DPR RI, Jumat (13/12/2019).

Desmond mengaku telah melihat sejumlah video yang beredar di media sosial mengenai kekerasan yang dilakukan kepolisian. Desmond menilai ada yang salah dalam penanganan kepolisian.

"Saya kecam ini. Masyarakat yang tidak bawa senjata, tidak melawan, pun kok digebuk? Yang orang sudah lewat, yang biasa saja, kok digebuk gitu loh? Saya kecam ini tindakan kepolisian seperti ini," kata dia.

Desmond mendesak Kapolri Idham Aziz mengevaluasi kinerja Kapolda Jawa Barat Rudy dan mencopotnya dari jabatan tersebut. "Kalau menurut saya Kapolri harus copot Kapolda Jawa Barat," tegasnya.

Ia menilai apa yang dilakukan kepolisian adalah bentuk wajah kebrutalan aparat negara kepada warganya. "Ya, inilah tindakan brutal. Kalau polisi masih brutal, ya, ada apa dengan polisi di republik ini? Kan baru tanggal 10 Hari HAM Internasional, tindakan ini melanggar HAM dan belebihan," kata Desmond.

"Harusnya lebih lembut penanganannya. Ini kan yang dipertontonkan wajah brutalisme dan sadis gitu loh," lanjutnya.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pemukulan terhadap warga yang dilakukan oleh aparat Polisi, TNI, dan Satpol PP. Dalam salah satu video, terlihat seorang anggota TNI menarik seorang warga ke arah kerumunan polisi, kemudian para polisi itu mengeroyok warga tersebut.

Ada juga beberapa video yang memperlihatkan para polisi memukuli warga di halaman pusat perbelanjaan Balubur Town Square (Baltos) yang dekat dengan kawasan penggusuran.

Penulis: Redaksi

Baca Juga