Minyak Serpih, Tak Bisa Gantikan Pasokan Minyak Iran dan Venezuela

Produksi Minyak Serpih diperkirakan tidak bisa mengganti kekurangan suplai minyak akibat turunnya suplai minyak Iran dan Venezuela.
Produksi Minyak Serpih diperkirakan tidak bisa mengganti kekurangan suplai minyak akibat turunnya suplai minyak Iran dan Venezuela. (Foto. Istimewa)

Akuratnews - Gubernur Bank Sentral AS wilayah Dallas, Robert Kaplan melihat kemungkinan risiko dari kenaikan harga minyak di tahun-tahun mendatang karena produksi minyak serpih AS mungkin tidak dapat memenuhi permintaan global.

Berbicara di Economic Club, New York pada Selasa (09/10), Kaplan menekankan bahwa resiko kenaikan harga minyak terjadi karena berkurangnya suplai minyak dunia dalam masa tiga hingga lima tahun kedepan. Oleh sebab itu, perlu diperkuat pasokannya. Lebih jelas diuraikan olehnya bahwa saat ini, ada "keseimbangan yang rapuh" di mana pasokan dan permintaan relatif seimbang, tetapi minyak serpih tidak mungkin dapat menggantikan minyak yang hilang dari Venezuela dan Iran.

Menurutnya, kita bisa saja melewati masa keseimbangan ini tanpa lonjakan tetapi jika Anda memiliki peristiwa geopolitik di mana tidak banyak minyak datang kedalam pasar, tidak ada banyak kapasitas ruang di dunia berdasarkan analisis kami, maka kita perlu hati-hati.

Dalam keterangannya, Minyak serpih dari cekungan Permian akan tumbuh secara dramatis tetapi "masih belum pasti apakah akan tumbuh cukup cepat untuk memenuhi permintaan global." Menurutnya ada "kekurangan orang, kekurangan infrastruktur dan kekurangan pipa" menahan produksi minyak serpih dan pejabat industri mengatakan bahwa tarif perdagangan mungkin telah memperlambat segalanya lebih lanjut, kata Kaplan.

"Orang-orang yang berada dalam bisnis minyak serpih memberitahu saya bahwa mereka skeptis seberapa cepat serpih dapat tumbuh," katanya.(Hqm)

Penulis:

Baca Juga