Mobilitas 10 Ruas Jalan Ibukota Dibatasi

AKURATNEWS - Guna menekan penyebaran Covid-19, pembatasan mobilitas pengguna jalan di Jakarta dilakukan. Walau begitu, pengguna jalan masih diperbolehkan melintas dengan alasan tertentu.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam konferensi pers bersama di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/6) menyebut, ambulans hingga petugas TNI-Polri yang melakukan patroli masih diizinkan melintas di masa pembatasan 10 titik jalan di Jakarta ini.

"Ada beberapa pengecualian yang boleh melintas, pertama penghuni jadi walaupun jalan itu dibatasi karena yang bersangkutan adalah penghuni di ruas jalan tersebut maka diperbolehkan. Kedua adalah kaitannya dengan kesehatan ambulans, apotek, rumah sakit, untuk tujuan-tujuan itu masih boleh melintas. Kalau di ruas jalan ada hotel maka tamu-tamu hotel maupun yang mau berkunjung ke hotel, itu masih diperbolehkan. Kemudian keempat mobilitas keadaan darurat, misalnya ada kebakaran, kepolisan, ambulans, dari TNI, dari patroli penegak disiplin, kalau mau melintas jalan itu, masih diperbolehkan. Keempat inilah yang akan dikecualikan. Boleh melintas pada saat dimulainya terjadinya pembatasan," kata Sambodo.

Pembatasan mobilitas ini akan berlaku mulai malam ini pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.

Berikut rincian 10 titik yang dilakukan pembatasan:

  1. Bulungan dari Traffic Light Bulungan belakang Kejagung sampai dengan kawasan Mahakam.
  2. Kemang mulai dari pertigaan Kem Chicks kemudian sampai McD, sampai ke ujung arah selatan ke dekat Jalan Benda.
  3. Gunawarman, Suryo dan SCBD dari Gunawarman depan KFC sampai pertigaan Apotek Senopati sampai lurus ke Santa-Blok S.
  4. Sabang sepanjang Jalan Sabang.
  5. Cikini Raya dari Jalan Cikini sampai dengan Raden Saleh
  6. Asia Afrika mulai dari Traffic Light pertigaan Hotel Fairmont sampai dengan pertigaan Pakubuwono Mustopo, Senayan City.
  7. BKT sepanjang jalan BKT.
  8. Seluruh kawasan Kota Tua Jakbar mulai dari Hayam Huruk sampai Kunir Stasiun Beos.
  9. Boulevard Kelapa Gading.
  10. Kawasan PIK yaitu PIK 2 setelah nyeberang jembatan.

Sambodo menjelaskan pembatasan 10 titik jalan di Jakarta ini dilakukan secara situasional. Pembatasan mobilitas juga bisa digeser ke wilayah lain.

"Sampai kapan, sifatnya situasional artinya kalau dirasakan sudah cukup sudah mulai membaik situasi di situ, kita akan berhentikan pembatasan ini dan bisa saja kemudian pindah ke kawasan-kawasan lainnya yang kita anggap masih sering terjadi protokol kesehatan maupun pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan baik instruksi Mendagri keputusan gubernur dan sebagainya," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga