Molornya Kongres HMI XXXI di Surabaya Sudah Terencana?

Suasana di dalam Gedung Islamic Center, usai terjadinya kericuhan, Selasa (23/3/21) malam.

Surabaya, Akuratnews.com - Molornya Kongres Himpunan Mahasiswa Muslim XXXI di Surabaya, diduga sudah terencana, guna memuluskan jalan salah satu calon Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023.

Banyaknya protes serta aksi di dalam maupun luar area kongres HMI di Islamic Center Surabaya, mengakibatkan acara 2 tahunan tersebut harus molor. Seharusnya acara kongres dijadwalkan berakhir pada Senin (22/3/21).

Namun hingga Rabu (24/3/21) dini hari, rapat pleno 2 belum berakhir. Itu berarti masih ada 3 tahapan lagi. Bahkan sempat terjadi kericuhan, yang berakibat pada skorsing rapat.

Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur Yogi Pratama, menduga ada pihak yang sengaja mengulur waktu dengan menghambat jalannya kongres.

"Memang dari awal kongres mereka seperti sengaja mengulur waktu, sehingga kongres terhambat dan molor," terangnya, saat dikonfirmasi usai terjadi kericuhan di dalam area Kongres, pada Selasa (23/3/21) malam.

Disinggung terkait adanya upaya untuk memenangkan salah satu calon Ketua Umum PB HMI, meskipun tidak secara terang-terangan membenarkan, namun Yogi juga tidak menampik hal tersebut.

"Ya ada kemungkinan seperti itu mas, mereka berusaha untuk memenangkan calonnya," kata Yogi.

Saat ditanyai sapa calon yang diusung oleh pihak yang ingin menghambat jalannya kongres, Yogi enggan membeberkannya. "Kalau itu saya kurang tahu mas," jawabnya singkat.

Dugaan tersebut diperkuat oleh pernyataan salah satu peserta Kongres asal Sulawesi Utara, yang juga menyatakan bahwa alotnya Kongres ada keterkaitan dengan pemilihan calon ketua umum.

"Inikan yang ada baru 12 badko, dari total 20 badko. Jadi mereka minta kongres boleh berjalan dengan syarat badko yang hadir harus lengkap. Karena kemungkinan, yang 8 badko itu adalah pendukung calon yang juga diusung teman-teman yang ribut-ribut tadi," terang pria yang tak ingin namanya dipublikasikan tersebut.

Bahkan, saat mencoba membubarkan massa kader HMI yang memaksa masuk ke area Kongres, Kapolrestabes, Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengaku pihaknya sudah mengetahui siapa orang yang di balik kericuhan.

"Adek-adek ini hanya pion, saya tahu siapa yang ada di atas kalian, dengan siapa kalian berkomunikasi. Ada layer-layernya, jangan dikira kami tidak tahu. Jadi tolong kalian membubarkan diri, jangan menjadi korban," kata Isir kepada kader HMI yang terus berusaha memasuki area kongres.

Penulis:

Baca Juga