Momen Kadis PUPR Bermain Biola Hingga Syair ‘teu ca ambong’ Bupati Andreas Agas

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur Yos Marto tampak sedang memainkan alat musik biola. || dok. AkuratNews//Yohanes Marto.
Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur Yos Marto tampak sedang memainkan alat musik biola. || dok. AkuratNews//Yohanes Marto.

Menurut Bupati Manggarai Timur itu, upaya melestarikan budaya lewat giat apresiasi juga sangat penting dilakukan. Apresiasi kebudayaan, jelas Bupati, merupakan upaya memperkuat identitas masyarakat lokal.

AKURATNEWS - Tampak beberapa foto dibadikan AkuratNews, dalam kesempatan kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Lamba Leda pada akhir Oktober bulan lalu, Bupati Manggarai Timur (MATIM) Andreas
Agas SH., M.Hum, bersama Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yos Marto, terlihat "mesra".

Dalam suasana setengah formal saat itu, kedua pejabat tersebut mempertontonkan kebolehan mereka dalam khasanah musik tradisional kebudayaan Manggarai. Kadis PUPR Yos Marto menyatakan apresiasinya terhadap lagu tradisional Manggarai lewat melodi biola yang Ia mainkan, mengiringi syair; 'goet neggo' yang dinyanyikan oleh Bupati Andreas Agas.

Kolaborasi seni tradisional kedua pejabat lingkup Setda Manggarai Timur itu, sangat apik. Petik lembut melodi biola Kadis Yos seolah-olah mengisyaratkan kesyahduan jiwanya.

Sementara Bupati Andreas Agas, lebih banyak mengungkapkan pesan moral lewat, syair; 'goet neggo' dalam lagu tradisional Manggarai yang Ia nyanyikan.

Momen epik itu dibadikan lensa kamera tim AkuratNews, saat kedua pejabat tersebut tampil menghibur masyarakat dan sejumlah tokoh adat di sela-sela kegiatan peresmian program Pamsimas di Desa Golo Munga, Jumat, 22 Oktober lalu.

Pada saat peresmian program Pamsimas di Desa Golo Munga, Bupati Andreas Agas menjelaskan 'go’ét' atau syair, 'neka poka puar neka tapa satar jaga mora usang'; sebagai suatu identitas orang Manggarai, "Sikap dan tindakan hidup terhadap alam harus dikendalikan dalam makna dan nilai luhur alam yang dimaknai dalam setiap ungkapan tersebut," jelasnya.

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur Yos Marto tampak sedang memainkan alat musik biola. || dok. AkuratNews//Yohanes Marto.

"Muka ca pu'u neka woleng curup, teu ca ambong neka woleng lako'; Lewat kearifan budaya lokal, kita turut serta mengambil peran bersama menjaga keseimbangan antara agar sumber mata air kita tetap terjaga. Jangan tebang pohon secara sembarangan," jelas Andreas Agas.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:

Baca Juga