MTI Tanda Tangani PKB

Jakarta, Akuratnews.com – PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan Pengurus Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia (SPMTI) secara resmi telah menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2017-2019.

PKB di tanda tangani (23/01) ini sebagai tanda telah selesainya proses perundingan antara kedua belah pihak yang telah mencapai kesepakatan pada aspek-aspek substansial pada awal bulan Januari ini.

Setelah penandatanganan, Direktur Keuangan & Penunjang PT MTI, Edy Purwanto dan Ketua SPMTI, Wahyu Trijaya Kusuma saling bertukar dokumen PKB pada hari ini di Jakarta disaksikan oleh pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara, Dr. Ir. Dwi Untoro PH, SH, MA.

Kedua pihak telah menyepakati seluruh aspek-aspek substansial yang mengatur kewajiban, hak, dan tanggungjawab masing-masing pihak yang dijabarkan dalam dokumen PKB ini. PKB ini sendiri merupakan penyempurnaan dari PKB periode sebelumnya dimana ada beberapa penambahan item yang menjadi keinginan pekerja yang pada akhirnya dapat diakomodir oleh manajemen. Selain aspek-aspek normatif yang sudah ada sebelumnya, aspek lain yang juga diatur dalam PKB ini antara lain mengenai ketentuan rekrutmen, penilaian performansi pekerja, cuti kerja, insentif jasa produksi, bantuan pendidikan formal, dan hubungan industrial.

“Manajemen PT MTI dan Serikat Pekerja MTI telah bersepakat untuk terus melakukan komunikasi secara berkala dan terbuka serta mencari solusi terbaik yang menguntungkan bagi kedua belah pihak agar tetap tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif bagi pekerja, kami berharap SPMTI dapat lebih memahami kondisi Perusahaan yang dalam dua tahun terakhir ini sedang bertransformasi dan mengembangkan kegiatan usahanya” ujar Edy Purwanto sambil menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus SPMTI dan pekerja PT MTI yang menghadiri acara hari ini di Ruang Rapat Gedung III Kantor Pusat PT MTI Jl. Pulau Payung No. 1 Tanjung Priok.

Edy juga menambahkan bahwa PKB merupakan salah satu parameter yang mendapat penilaian dalam implementasi GCG (Good Corporate Governance) disebuah perusahaan, oleh karena itu sangat penting dirasakan menghadirkan PKB sebagai pedoman dalam kaitannya dengan hubungan industrial dengan pekerja. Menurutnya, PKB juga menjadi pendorong dan motovasi bagi kedua belah pihak dalam upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan dari sisi peningkatan pendapatan/ revenue enhancement dan juga sebagai pengendali dari sisi pembiayaan agar lebih efektif.

Sementara dalam sambutan singkatnya, Wahyu Trijaya Kusuma Ketua SPMTI juga memberikan pesan dan harapan yang merupakan aspirasi dari seluruh pekerja kiranya hal-hal yang telah disepakati dapat direalisasikan terutama mengenai rencana penyesuaian status pekerja TNO menjadi pekerja tetap. “Kami Serikat Pekerja menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena PKB dapat ditandatangani pada tahun ini”, tambah Wahyu.

Penandatanganan PKB ini merupakan bagian penting yang dapat semakin memperkuat kesatuan dan semangat kebersamaan dalam Perusahaan. Kesepakatan ini juga mencerminkan bahwa pihak manajemen dan serikat pekerja telah berhasil menemukan kesepahaman mengenai solusi terbaik untuk kesejahteraan para pekerja dan kegiatan operasional MTI. (Dewi)

Penulis:

Baca Juga