MUI Banten Himbau Umat Tidak Golput Ikuti Pemilu Dengan Penuh Suka Cita

Ketua Umum MUI Banten, KH. AM Romli

Kondisi umat Islam di Provinsi Banten beberapa hari menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 terpantau kondusif. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten menghimbau, masyarakat harus menjaga silaturahmi. Jangan sampai putus gara-gara beda pilihan dan pandangan politik.

Serang, Akuratnews.com - Ketua Umum MUI Banten, KH. AM Romli mengatakan hal demikian, karena MUI memiliki peran penting untuk mengayomi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi Pemilu 2019 ini.

"Kami telah mengeluarkan seruan. Kami mengundang majelis-majelis agama untuk menyikapi pemilu 2019 ini. Khususnya dari aspek kerukuannya. Kita menjaga kerukunan antar umat beragama supaya tetap solid. Kondisi Banten tetap kondusif, orang tidak was-was dengan hajatan akbar lima tahun sekali." ujar KH. AM Romli di ruang kerjanya, Senin, (8/4/2019).

Terkait pelaksanaan Pemilu 2019, MUI Banten sendiri sudah menyampaikan pernyataan sikap dari umat beragama dan juga himbauan kepada MUI kabupaten, kota, kecamatan sampai ke desa desa.

"MUI menghimbau untuk menjaga masjid dan mushalla-mushalla, jangan sampai digunakan sekelompok orang untuk kepentingan politik praktis mereka. Bahwa kampanye dalam rangka memenangkan salah satu pihak di masjid itu tidak boleh. Kalau dakwah mengenai peningkatan perekonomian dan lainnya, silahkan saja. Politik praktis itu memecah belah umat. Padahal umat itu harus bersatu dan berpegang pada agama Allah. Jangan memecah belah umat." imbuh Romli.

Sementara itu terkait kekuatiran banyaknya masyarakat Banten yang tidak akan memilih (Golput), Romli menekankan jika MUI sendiri tidak mengharapkan hal tersebut terjadi.

"Ini sama dengan memilih pemimpin itu wajib sifatnya. Pencoblosan itu wajib bagi umat islam. MUI mengajak umat islam datang ke TPS-TPS untuk melaksanakan hak pilihnya. Tetap kita harus menjaga keamanan. Ketengahkan ahlakakul kharimah, saling sapah, jauhi prilaku yang tercela. Jauhi saling ejek, saling caci. Jangan sampai terprovokasi. Mari kita pererat ukhuwah islamiah. Jangan sampai gara gara pemilu putus silaturahmi." kata Romli.

Selain Golput, maraknya berita bohong (Hoaks), fitnah dan ujaran kebencian, juga menjadi perhatian bagi MUI Banten. Romli tak menampik persoalan ini memang masalah berat.

"MUI Banten sendiri dengan berbagai kotbahnya, mengajak jangan membuat hoaks, jangan sebarkan berita yang masih meragukan, harus tabayun dulu, apalagi menyebarkan fitnah dan adu domba. MUI sudah keluarkan fatwa muamalah di medsos yang melarang tidak boleh memproduksi hoaks, tidak boleh sebarkan fitnah, tidak boleh adu domba, tidak boleh membawa orang kepada permusuhan. Fatwa ini terus digencarkan dan disosialisasikan kepada ulama. Kita sudah undang badan cyber dan badan sandi nasional tentang fungsi medsos supaya para ulama tahu." papar Romli.

Romli juga mengajak umat islam untuk memilih pemimpin. Dalam Islam memilih pemimpin suatu kewajiban.

"Silahkan memilih pemimpin yang sesuai hati nurani, yang baik, yang berprestasi. Kalau umat Islam harus memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, sidik, ucapannya bisa dipercaya, amanah, menjalankan program dengan baik sesuai aspirasi umat, dia bisa menampung keluhan dan keinginan umat, cerdas. MUI juga sudah memfatwakan soal pemimpin yang baik." tutup Romli.

Penulis: Alamsyah
Editor: Atta

Baca Juga